Dapatkah Kota Jambi Meningkatkan Lagi Produksi Padinya?

Dengan sistem pengairan irigasi yang bisa dibangun di Kota Jambi diharapkan lahan sawah dapat ditanami padi lebih dari satu siklus per tahun

Editor: Rahimin
istimewa
Dari 520,33 Ha luas lahan baku sawah tersebut masyarakat Kota Jambi masih belum memaksimalkan jumlah produksi padi di lahan sawah yang ada 

Dapatkah Kota Jambi Meningkatkan Lagi Produksi Padinya?

Oleh : Isna Rahayu, S.ST
Statistisi Ahli Muda di BPS Kota Jambi

TRIBUNJAMBI.COM - Pangan adalah kebutuhan dasar yang paling penting yang harus terpenuhi bagi setiap individu.

Ketidaktersediaan pangan dapat berdampak pada goncangan stabilitas ekonomi.

Hal ini yang menjadikan pentingnya ketersediaan pangan dalam masyarakat.

Di Indonesia ketersediaan pangan sangat identik dengan ketersediaan beras, karena beras merupakan makanan pokok utama di Indinesia.

Karena pertimbangan pentingnya ketersediaan akan beras di Indonesia, pemerintah selalu berusaha untuk tetap menjaga konsistensi ketersediaannya di masyarakat.

Namun, secara praktiknya yang berupaya untuk pemenuhan kebutuhan pokok tersebut diserahkan kepada masyarakat.

Pemerintah berperan menjaga agar perputaran pangan tidak termonopoli ditempat-tempat tertentu.

Untuk mejaga ketersediaan pangan, salah satu upaya pemerintah adalah meyediakan lahan baku sawah yang dapat ditanam oleh masyarakat guna memenuhi kebutuhan pangan terutama beras.

Kota Jambi sendiri memang tidak memiliki lahan baku sawah yang luas, hanya seluas 520,33 Ha atau sekitar 0,76 persen dari luas lahan baku sawah Provinsi Jambi (SK Mentri ATR/Kepala BPN No.686/SK-PG.03.03/XII/2019).

Dari 520,33 Ha luas lahan baku sawah tersebut masyarakat Kota Jambi masih belum memaksimalkan jumlah produksi padi di lahan sawah yang ada.

Hal ini ditandai dengan luas panen padi Kota Jambi pada 2021 hanya sebesar 358 Ha, berkurang sebanyak 42,96

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved