Begini Cara Warga Kerinci Raih Rp70 Juta per Bulan dari Daun Kunyit

Warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Hermanto, memunculkan ide dengan membuat kerupuk Daun Kunyit.

Penulis: Herupitra | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Heru
Warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Hermanto, memunculkan ide dengan membuat kerupuk Daun Kunyit. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI -  Selama ini, kebanyakan ibu rumah tangga menggunakan daun kunyit sebagai rempah dalam memberikan rasa dan aroma yang khas pada masakan. Sehingga, membuat harga tidak laku mahal, dan petani pun hanya menanamnya sebagai kebutuhan sehari-hari saja.

Melihat kondisi yang seperti itu, salah satu warga Desa Mekar Sari, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Hermanto, memunculkan ide dengan membuat kerupuk daun kunyit. Bahan utama kerupuk ini memang dari daun kunyit dengan dicampur tepung.

Awalnya, Hermanto hanya coba-coba membuat kerupuk dari daun kunyit, hanya sebagai untuk makanan cemilan di rumah. Dan sekali-kali, sebagai makanan pada acara pengajian dan syukuran. Namun setelah banyaknya tamu yang datang, yang mencoba kerupuk daun kunyit tersebut mengatakan enak, dan terbukti selalu habis pada setiap acara.

"Awalnya coba-coba, namun melihat perkembangan yang sangat bagus, karena selalu habis setiap acara, saya mulai kepikiran untuk dijadikan bisnis," ujar Hermanto.

Dirinya pun memulai mengemas kerupuk daun kunyit untuk dijadikan peluang bisnis. Dengan memanfaatkan lahan kosong di belakang rumah, ia pun mulau yakin dan serius mengembangkan usaha kerupuk daun kunyit khas Kayu Aro tersebut.

Baca juga: Balita Mengidap Penyakit Penyumbatan Empedu di Kerinci Butuh Uluran Tangan untuk Biaya Pengobatan

Cara membuatnya pun tidak susah, Hermanto menjelaskan bahwa awalnya yakni cukup mencampurkan tepung terigu, Bawang putih, dan daun prai. Bahan tersebut kemudian diaduk rata sehingga semua bahan tercampur, sehingga bisa dimasukan dalam plastik untuk direbus.

Setelah direbus hingga matang, kurang lebih 30 menit. Selanjutnya dipotong dengan ukuran sesuai selera. 

"Yang paling lama itu, proses yang memakan waktu hampir 2 hari jika cuaca panas. Setelah itu, baru siap digoreng, dan menjadi keripik daun kunyit," bebernya.

Diakuinya bahwa, ia memulai membuat kerupuk daun kunyit tersebut dari Tahun 2011. Dimana, awalnya ia hanya bisa menghasilkan kerupuk daun kunyit hanya 1 karung dalam sehari. Pasalnya, pemasarannya hanya sebatas warung-warung warga di Kecamatan Kayu Aro.

Namun setelah hampir 10 Tahun serius menggeluti usaha kerupuk daun kunyit tersebut, saat ini ia berhasil meraup keberhasilan Rp 70 Juta per Bulan, dengan penjualan 200 karung kerupuk daun kunyit.

Baca juga: 5 Cara Membuat Kerupuk Jangek dari Kulit Sapi, Rendam Kulit Selama 48 Jam

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved