Dewan Terima Laporan Soal Ram Sawit Tanpa izin, Pemkab Tanjabtim Diminta Beri Sanksi

Anggota DPRD Tanjabtim kerap menerima laporan dari masyarakat dan temuan di lapangan maraknya usaha tanpa izin.

Penulis: Rifani Halim | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Rifani
Muhammad Guntur ketua fraksi PDI-P DPRD Tanjabtim. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Fraksi PDI-P DPRD Kabupaten Kabupaten Tanjung Jabug Timur (Tanjabtim) dalam paripurna mengatakan, bahwa kerap menerima laporan dari masyarakat dan temuan di lapangan maraknya usaha tanpa izin di Tanjabtim.

Muhammad Guntur ketua fraksi PDI-P itu mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat Desa Lambur I dan II, Kecamatan Muara Sabak Timur, terdapat usaha timbang sawit atau Ram sawit tanpa izin.

"Beroperasi di Desa Lambur I dan II yang dinilai sangat merugikan masyarakat sekitar," ujarnya, saat rapat paripurna, Selasa (30/8/2022).

Dia menyebutkan, fraksi PDI Perjuangan merekomendasikan kepada pemerintah daerah melalui instansi terkait, untuk segera mendata ulang usaha usaha yang tidak memiliki izin.

"Serta memberikan sanksi tegas baik secara administrasi maupun penutupan tempat usaha kepada pelaku usaha yang belum memiliki izin namun sudah beroperasi," tuturnya.

Selain itu juga, fraksi PDI Perjuangan merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah untuk mengalokasikan belanja daerah sesuai dengan kebijakan prioritas tahunan yang diselaraskan dengan rencana strategis masing-masing OPD.

(Tribun Jambi / Rifanihalim)

Baca juga: Harga Sawit Jambi di Tanjung Jabung Timur Jambi Selasa (30 /8/2022) Rp 1.250 Per Kg

Baca juga: Harga Sawit Jambi di Kabupaten Tebo Selasa (30/8/2022) Masih Bertahan Rp 1.500 per Kilogram

Baca juga: Harga Sawit Jambi di Batanghari Mulai Begerak Naik, Tapi Belum Sesuai Harapan Petani

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved