Berita Sungai Penuh

Anggaran Milliaran, Dinkes Minta Masyarakat Bantu Awasi Tiga Pembangunan Puskesmas di Sungai Penuh

Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh pada saat ini sedang mengerjakan pembangunan fisik di tiga lokasi puskesmas dengan nilai miliaran rupiah.

Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI/FITRI AMALIA
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh pada saat ini sedang mengerjakan pembangunan fisik di tiga lokasi puskesmas dengan nilai miliaran rupiah.

Tiga lokasi pembangunan Puskesmas di Kota Sungai Penuh adalah Puskesmas Kota Baru dengan Nilai Rp. 1,8 Milyar, Puskesmas Tanah Kampung dengan nilai Rp1,9 Milyar dan Puskesmas Kumun dengan nilai Rp. 1,8 Milyar.

Azwarman Plt Kadis Kesehatan Kota Sungai Penuh mengatakan, bahwa pada tahun 2022 ini di Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh ada tiga proyek besar yang saat ini sedang berjalan. Dia meminta kepada masyarakat untuk terus melakukan pengawasan terhadap kinerja Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh.

“Kita harap pengawasan terhadap kegiatan ini terus dilakukan. Kalau memang ada kesalahan beritakan saja. Dan kalau ada yang benar juga perlu diberitakan,” kata Azwarman.

Seperti pelaksanaan Pekerjaan kontruksi Belanja Modal pembangunan gedung Puskesmas Koto Baru, Kota Sungai penuh menuai sorotan. Pasalnya, pelaksanaan pembangunan gedung yang menghabiskan anggaran Rp 1,7 Milyar lebih diduga tanpa galian pondasi, diduga tidak sesuai dengan gambar kerja.

Pantauan di lokasi belum lama ini di lokasi di ketahui dari papan Merk Pekerjaan Belanja Modal Pembangunan Gedung Puskesmas Koto baru di kerjakan oleh CV ATHAYA WAHANA PERSADA dengan nilai kontrak Rp. 1.769.919.029,-

Salah seorang warga koto baru, saat di minta tanggapannya mengaku senang dengan adanya pembangunan gedung di puskesmas koto baru. Namun pihaknya berharap pembangunan puskesmas bisa dibangun sesuai dengan aturan dan anggaran.

"Kami minta pengawasannya harus di tingkatkan, apalagi pembangunan gedung Puskesmas ini dua lantai, tentu kekuatannya terletak pada bagian pondasi, sedangkan galian di bawah sangat meragukan," ungkap warga.

Selain dari galian pondasi yang diragukan, lanjutnya untuk bagian tiang tapak gajah harus menyatu dan tidak boleh putus, sebab tiang itu juga termasuk dari ketahanan untuk pembagunan gedung.

"Menurut kami orang awam ini untuk pembagunan yang bertingkat biasanya tiang itu menyatu dengan tapak gajah dan tidak boleh terputus atau di sambung, sebab hal ini mennyakut dengan ketahanan pada pembagunan gedung bertingkat," harapnya.

"Kami berharap kepada dinas terkait atau bagian konsultannya untuk mengawasinya supaya pembagunan bisa selesai sesuai Dengan Rencan Anggaran Biaya (RAB)," tutupnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Universitas Terbuka Tandatangani 15 PKS di Provinsi Jambi

Baca juga: Malunya Livy Renata, Ternyata Cuma Dianggap Sahabat Athalla Naufal oleh Verrell Bramasta

Baca juga: UMKM Mea Milik Hasbumar Hadirkan Produk Baru, Tas dari Sisa Bahan Tak Terpakai

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved