Lazio

Pelatih Lazio, Maurizio Sarri Sebut Konsistensi jadi Masalah, meski Menang Lawan Inter Milan

Meski menang melawan Inter Milan, pelatih Lazio, Maurizio Sarri belum merasa puas dan menyebut konsistensi menjadi masalah bagi timnya.

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Mareza Sutan AJ
VINCENZO PINTO/AFP
Pelatih Lazio, Maurizio Sarri 

TRIBUNJAMBI.COM - Meski menang melawan Inter Milan, pelatih Lazio, Maurizio Sarri belum merasa puas dan menyebut konsistensi menjadi masalah bagi timnya.

Lazio berhasil mengalahkan Inter Milan dengan skor 3-1 di Stadion Olimpico Roma.

Gol-gol Biancocelesti dicetak oleh Felipe Anderseon (40'), Luis Alberto (75'), dan Pedro (86').

Sementara gol satu-satunya Inter Milan dicetak Lautaro Martinez di menit 51'.

Maurizio Sarri menjelaskan perubahan kemenangannya melawan Inter dan memperingatkan Lazio 'mampu mengalahkan siapa pun pada hari itu.

Biancocelesti masih belum terkalahkan musim ini dan untuk sementara berada di puncak klasemen setelah kemenangan 3-1 atas penantang gelar.

Sundulan bebas Felipe Anderson dengan bantuan Sergej Milinkovic-Savic membuat mereka unggul di babak pertama.

Namun itu digagalkan oleh Lautaro Martinez di awal babak kedua.

Maurizio Sarri melakukan pergantian pemain yang tepat, karena baik Luis Alberto dan Pedro sama-sama mencetak gol untuk mengamankan tiga poin di Stadio Olimpico.

“Kami telah mengirimkan beberapa sinyal bagus akhir-akhir ini, saat kami melewati periode berada di bawah tekanan tanpa benar-benar mengambil risiko banyak di lini belakang,” kata sang pelatih kepada DAZN.

“Tim ini telah memperoleh soliditas dan organisasi, jadi kami mampu mengalahkan siapa pun pada hari itu, tetapi masalah kami selalu konsistensi."

 

Baca juga: LIGA ITALIA: Lazio vs Inter Milan, AC Monza vs Udinese, Klasemen Nerazzurri usai Kekalahan Pertama

Baca juga: Pemilik PSG Nasser Al-Khelaifi Belum Menyerah, Masih Ingin Datangkan Milan Skriniar dari Inter Milan

 

"Sekarang kami harus mengikuti ini, mengendarai ombak dan tidak berpikir itu akan lebih mudah melawan lawan yang berbeda."

“Masalahnya selalu salah satu mentalitas. Jika ada beberapa pemain yang merasa lelah atau tegang, itu menyebar bahkan ke mereka yang belum banyak bermain dan harus segar. Itu yang perlu kami kerjakan.”

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved