Advertorial

Menteri Dalam Negeri RI dan Jaksa Agung RI Mendapat Gelar Adat Melayu Jambi

Pemerintah Provinsi Jambi dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi menganugerahi Gelar Adat Melayu Jambi kepada Ketua MA, Muhammad Syarifuddin, Menteri...

Wira Dani Damanik
Menteri Dalam Negeri RI dan Jaksa Agung RI Mendapat Gelar Adat Melayu Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi menganugerahi Gelar Adat Melayu Jambi kepada Ketua MA, Muhammad Syarifuddin, Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian dan Jaksa Agung RI ST. Burhanuddin.

Penganugerahan tersebut dilaksanakan di Balairungsari LAM Jambi pada Sabtu (27/8). Namun tak terlihat kehadiran Ketua MA. Sementara itu Istri Mendagri pun berhalangan hadir.

Dalam kegiatan tersebut tampak dihadiri pejabat tinggi lainnya, seperti Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI Afriansyah Noor, wakil ketua DPD RI Sultan Bachtiar, Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi.

Sebelum menganugerahkan gelar adat, Ketua LAM Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) membacakan gelar terhadap tokoh-tokoh tersebut.

Gelar yang diberikan kepada Mendagri Tito Karnavian yakni Sri Paduko Setio Payung Negeri. Sementara itu terhadap Jaksa Agung, ST Burhanuddin diberi gelar Sri Paduko Agung Mustiko Alam.

Kemudian dilanjutkan penyisipan keris oleh Datuk Mangko Bumi Setia Alam yakni Gubernur Jambi Al Haris. Keris yang disisipkan tersebut bernama Keris Nan Sembilah.

Penganugerahan tersebut tampak berjalan dengan lancar. Setelah adanya penyisipan keris dilanjutkan pemberian pin dan Piagam Adat Melayu Jambi dari LAM Jambi.

Tak hanya itu, terhadap istri Jaksa Agung RI Sruningwati Burhanuddin diberikan gelar Karang Setio. Penganugerahan tersebut diberikan langsung oleh istri Gubernur Jambi, Hesnidar Haris.

Penganugerahan Karang Setio terhadap Sruningwati Burhanuddin, dimulai dengan memberikan kalung kemudian dilanjutkan dengan pemberian Piagam Karang Setio.

Dalam sambutannya, Ketua LAM Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) mengatakan pemberian gelar adat tersebut karene tokoh-tokoh tersebut dinilai telah berjasa terhadap Provinsi Jambi.

"Bapak Mendagri, Bapak Jaksa Agung yang kami hormati, Penganugerahan Adat Jambi ini sebagaimana diamanahkan dalam peraturan daerah no 2 tahun 2014 serta anggaran dasar Lembaga Adat Melayu Jambi dapat diberikan kepada seseorang karena pertimbangan jasa-jasa dan pengabdiannya atau kedudukan seseorang dalam lingkungan masyarakat," kata HBA.

HBA menyebut pemberian gelar tersebut sudah melalui tahapan sesuai aturan. LAM Provinsi Jambi juga meminta persetujuan Al Haris selaku Pembina.

"Selain itu pemberian gelar ini sudah melalui tahapan yang panjang dan yang paling tepat pemberian kepada beliau. Dengan membentuk tim pencari gelar sampai dengan ditetapkan nama gelar dalam suatu sidang majelis LAM Provinsi Jambi. Dan akhirnya diminta persetujuan kepada datuk dan pembina yakni Gubernur Jambi Al Haris," lanjut HBA.

Diketahui pemberian gelar adat tersebut sudah banyak diberikan kepada tokoh nasional, diantaranya Presiden Pertama RI, Soekarno.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved