Berita Batanghari

Perempuan Disabilitas di Batanghari Korban Pemerkosaan Ayah Tiri Hingga Hamil 7 Bulan

Korban diketahui mengalami lumpuh dari lahir. Korban bahkan sampai hamil tujuh bulan akibat perlakuan bejat ayah tiri yang berinisial T (41).

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
tribunjambi/musa wira
Unit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Batanghari mengamankan T pelaku pemerkosaan anak tiri. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Seorang ayah tiri di Kabupaten Batanghari sungguh bejat tega memperkosa perempuan berinisial F (26) penyandang disabilitas fisik.

Korban diketahui mengalami lumpuh dari lahir. Korban bahkan sampai hamil tujuh bulan akibat perlakuan bejat ayah tiri yang berinisial T (41).

Korban dari perbuatan bejat ayah tiri itu adalah F (26) Kecamatan Mersam, Batanghari, Jambi.

Pelaku berhasil ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Batanghari pada 30 Juli 2021 lalu setelah dilaporkan oleh ibu korban atau istri pelaku, ke Polres Batanghari.

Ia ditangkap kepolisian terkait kasus pemerkosaan perempuan penyandang disabilitas.

Kanit IV PPA Satreskrim Polres Batanghari Ipda Ferdinan Ginting menjelaskan kronologi peristiwa pemerkosaan teresbut. 

Berawal dari ibu korban atau pelapor yang berinisal S yang curiga anaknya belum datang bulan pada akhir November 2021.

Kemudian, pada April 2022 ibu korban melihat perut anaknya membesar.

“Untuk memastikan ini, pelapor (ibu) minta bidan desa untuk ke rumah agar memeriksa anaknya. Saat itu bidan cuman bilang hanya demam dan dikasih obat,” katanya, Rabu (24/8/2022).

Pada Juli lalu ibu korkan ucapnya melihat perut anaknya makin membesar dan mengeluh ada rasa sakit.

Ibunya kembali memanggil bidan untuk ke rumah memeriksa anknya karena perutnya semakin membesar.

Bidan menyarankan untuk diperiksa ke rumah sakit untuk dilakukan USG.

“Benar, dari hasil pemeriksaan anaknya sudah hamil 7 bulan. Di mana dilakukan ayah tiri atau suami pelapor,” katanya.

Setelah menerima laporan ini, Unit IV Satreskirm Polres Batanghari dan Anggota Polsek Mersam begerak cepat menuju ke lokasi dan mengamankan suami dari pelapor atau ayah tiri dari korban.

“Kita amankan pelaku di rumahnya tanpa ada perlawanan. Modus pelaku ini menjaga anak tirinya ketika ibunya bekerja di luar. Pelaku mengakui melakukan pemerkosan sebanyak 2 kali. Ancaman hukuman paling lama 15 tahun kurungan penjara,” ucapnya.

Pelaku kepada sejumlah wartawan hanya bisa memilih diam dengan wajah ditunduk ke bawah.

Ia tampak mengakui dan menyesali perbuatan bejatnya itu dengan mengangguk-anggukan kepalanya.

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Sudah 10 Tahun Ayah di Pematangsiantar Perkosa Anaknya di Kamar Pelapor

Baca juga: Gagal Perkosa Siswi SMA, Pria Beristri di Jambi Sembunyi di Plafon Saat Dikepung Warga

Baca juga: Perkosa 13 Santriwati, Nasib Herry WIrawan Menanti Kebiri hingga Hukuman Mati

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved