Kunci Bahagia Masyarakat Indonesia

Di tingkat dunia, Negara kita menjadi negara yang menempati urutan ke-15 dengan PDB sebesar USD 1.05 billiar (Rp4.513 triliun) pada kwartal pertama

Editor: Rahimin
istimewa
Dilihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 mencapai 5,22% hingga kwartal II dan bisa dikatakan lebih baik dibandingkan di 2020 

Kunci Bahagia Masyarakat Indonesia

Saudur Irsani H. Sibarani
Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Muaro Jambi

TRIBUNJAMBI.COM - Bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77 di tahun 2022 ini.

Tema resmi yang diusung adalah “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”.

Tema ini terlihat sebagai sebuah tantangan untuk merubah sebuah keadaan yang tidak baik-baik saja kepada sebuah keadaan yang lebih baik dalam waktu singkat.

Selain sebagai tantangan, tema HUT Kemedekaan RI juga merupakan sebuh ajakan untuk tidak berdiam diri dari keberadaan yang biasa kepada keadaban yang kokoh, terutama setelah dalam 2 tahun terakhir Indonesia bersama masyarakat global lainnya mengalamai keterpurukan akibat pandemic Covid-19.

Apakah tantangan pulih dan ajakan bangkit merupakan seruan agar masyarakat Indonesia bisa merdeka secara ekonomi dan kualitas hidupnya?

Dilihat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 mencapai 5,22 persen hingga kwartal II dan bisa dikatakan lebih baik dibandingkan di 2020 yang mengalami kemerosotan ekonomi -2,07 persen dan tahun 2021 sebesar 3,69%. Sementara di tingkat dunia, Negara kita menjadi negara yang menempati urutan ke-15 dengan PDB sebesar USD 1.05 billiar (Rp4.513 triliun) pada kwartal pertama tahun 2022.

Bersyukur pula bahwa capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia juga disumbang oleh ekspor produk komoditas seperti batu bara, nikel, dan minyak sawit keberbagai negara di dunia cukup besar, meskipun untuk produk minyak sawit sempat dilarang untuk diekspor akibat kelangkaan minyak goreng dan tingginya harga minyak, beberapa bulan yang lalu.

Peningkatan ekonomi Indonesia, setidaknya dapat pula dirasakan oleh sebagian besar masyarakat meskipun di lain pihak, ada saja individu yang tidak merasakan peningkatan ekonomi yang justru dapat berpengaruh pada taraf dan tatanan hidup bahagia atau kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved