BKKBN Launching Program Dapur Sehat Atasi Stunting, Targetkan Angka Stunting 12 Persen di 2024

BKKBN launching Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kampung Keluarga Berkualitas, Rabu, (24/8/2022).

Penulis: Wira Dani Damanik | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Wira Damanik
BKKBN launching Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kampung Keluarga Berkualitas, Rabu, (24/8/2022). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar launching Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kampung Keluarga Berkualitas.

Kegiatan ini berlangsung di Desa Parit, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi pada Rabu, (24/8/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN, Bonivasius Prasetya Ichtiarto.

Dalam sambutannya, ia mengatakan kampung keluarga merupakan rebranding dari kampung KB. 

"Kampung keluarga berkualitas merupakan konsep percepatan pembangunan keluarga yang terintegrasi, konprehensif dengan pendekatan pemberdayaan individu, keluarga dan masyarakat," katanya.

Di Indonesia, kampung KB telah terbentuk sebanyak 16.961 atau 20 persen dari 83. 800 desa atau kelurahan di seluruh Indonesia.

Baca juga: Mashuri Serahkan 15 Sepeda Motor Dinas, Pesankan Percepatan Penurunan Stunting di Merangin

Ia menegaskan jika penurunan stunting menjadi salah satu agenda prioritas nasional. Hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas serta produktif.

"Dengan adanya program dashat, kami berharap akan berkontribusi percepatan penurunan stunting di Jambi dari 22.4 persen tahun 2021 menjadi 20.4 persen di tahun 2024. Dan juga Kabupaten Muaro Jambi dari 27.2 persen menjadi 14.80 persen pada tahun 2024 sebagaimana ditargetkan pemerintah. 

Sementara itu Kepala BKKBN Provinsi Jambi Munawar Ibrahim, mengungkapkan data stunting dan status gizi pada balita di Provinsi Jambi.

Baca juga: BKKBN Provinsi Jambi Targetkan Angka Stunting Turun Hingga 12 Persen di Tahun 2024

"Hasil Riskesdas 2018, prevalensi stunting pada balita di Provinsi Jambi mencapai 30,2 persen. Meskipun ada penurunan kondisi stunting di Provinsi Jambi pada tahun 2021 berdasarkan survey status gizi balita di Provinsi Jambi yaitu menjadi 22,4 % , namun belum mencapai target yang ditetapkan SDG’s. Terdapat tujuh Kabupaten/Kota dengan angka stunting > 30 % . Tiga Kabupaten tertinggi adalah Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Kerinci. Sedangkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021 tiga Kabupaten Tertinggi adalah Kabupaten Muaro Jambi, Kerinci dan Tebo," katanya.

Lebih lanjut Munawar mengatakan perlunya koordinasi dan dukungan lintas sektor dalam penurunan stunting.

"Dalam penyelenggaraan Percepatan Penurunan Stunting, diperlukan koordinasi dan dukungan dari semua lintas sektor, baik Kementerian/Lembaga terkait, Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa/Kelurahan, serta dukungan dari Perguruan Tinggi untuk dapat melakukan pemaduan, sinkronisasi, dan sinergisitas program, dan kegiatan dalam upaya Percepatan Penurunan Stunting secara utuh, menyeluruh dan terpadu," lanjutnya.

Baca juga: Kasus Stunting Masih Jadi PR Pemkot dan DPRD Kota Jambi

Munawar berharap kerja sama dengan perguruan tinggi dapat ditindaklanjuti dan menghasilkan kebijakan dalam penurunan stunting. Ia mengatakan target penurunan stunting di Provinsi Jambi dapat berkurang hingga 12 persen.

"Harapan saya bahwa dengan Diseminasi Policy Brief Provinsi Jambi yang disusun oleh Perguruan Tinggi dapat ditindaklanjuti dengan arah dan kebijakan penurunan stunting yang komprehensif (dari hulu hingga ke hilir) di wilayah Provinsi Jambi dan dapat dilaksanakan secara maksimal sehingga target 12

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved