Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Komnas HAM Akui Punya Foto Brigadir J saat Terkapar Karena Ditembak Ferdy Sambo Cs

Komnas HAM mengaku memiliki foto Brigadir J alias Brigadir Yosua saat terkapar sesaat setelah ditembak di rumah dinas Irjen Ferdy sambo.

Editor: Suci Rahayu PK
Kolase
5 foto tersangka pembunuhan berencana Brigadir J. (Atas kiri-kanan) Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. (Bawah kiri-kanan) Bharada E, Kuat Maruf, Bripka RR. Dari kelimanya kecuali Kuat Maruf, menghadiri rapat kilat prakesekusi Brigadir J di lantai 3 rumah Jalan Saguling III, Kompleks Pertambangan, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022). 

TRIBUNJAMBI.COM - Komnas HAM mengaku memiliki foto Brigadir J alias Brigadir Yosua saat terkapar sesaat setelah ditembak di rumah dinas Irjen Ferdy sambo.

Pernyataan ini dikatakan Komisioner Komnas HAM Choirul Anam rapat dengan Komisi III DPR RI membahas kasus pembunuhan Brigadir J di gedung DPR, Senin (22/8/2022).

"Kami memiliki foto di tanggal 8 Juli di TKP, pasca kejadian. Foto jenazah Brigadir J masih ada di tempatnya di TKP," kata Choirul Anam.

Dijelaskan Choirul Anam, foto Brigadir J itu bisa diperlihatkan ke anggota Komisi III secara tertutup, tapi belum saatnya ditunjukkan ke publik.

"Karena ini pasti akan mengganggu penyidikan teman-teman kepolisian. Foto yang terjadi tanggal 8 di TKP, posisi yang paling penting. Jenazah masih ada di tempatnya di Duren Tiga," kata Choirul Anam.

Ia mengatakan juga akan menyerahkan foto itu ke penyidik Bareskrim untuk kepentingan penyidikan.

Baca juga: Lirik Lagu Anakku Naburuju, Tangis Samuel Hutabarat Pecah saat Wakili Brigadir J Wisuda

Baca juga: Rencana Brigadir J Menikahi Kekasihnya Setelah Wisuda Harus Kandas

Selain foto Brigadir J yang terkapar, Komnas HAM juga mendapatkan jejak digital terkait perintah untuk menghilangkan barang bukti di TKP.

"Jejak digital perintah terkait barang bukti supaya dihilangkan, kami mendapatkan itu. Dari itu semua kami meyakini adanya obstruction of justice atau menghalangi, merekayasa dan lain sebagainya dalam kasus ini," katanya.

Semua hal itu kata Anam memudahkan pihaknya untuk mulai membangun kembali fakta-fakta dan terangnya peristiwa pembunuhan Brigadir J.

Selain itu Choirul Anam menyatakan bahwa skuat yang dimaksud mengancam akan membunuh Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J, ternyata adalah Kuwat Maaruf, sopir sekaligus asisten rumah tangga Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Kuwat Maaruf telah ditetapkan menjadi salah satu tersangka pembunuhan berencana Brigadir J.

Dokter Forensik Umumkan Hasil Autopsi Ulang Brigadir J

Soal posisi Brigadir J saat dieksekusi ini kembali dibahas pasca dokter forensik mengumumkan hasil autopsi ulang Brigadir Yoshua Hutabarat.

Menurut Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI), dr Ade Firmansyah, dua jari tangan Brigadir J patah akibat sambaran dari peluru.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved