Menikmati Statistik Selezat Makan Steak

Dewasa ini, menjadi tantangan publik adalah bagaimana menginterpretasikan data statistik yang dihasilkan proses panjang kegiatan statistik

Editor: Rahimin
ist
Kantor Badan Pusat Statistik (BPS). Menikmati Statistik Selezat Makan Steak 

Pengetahuan kita akan bertambah serta sudut pandang kita dalam melihat realita kehidupan semakin luas dan benar.

Seorang pejabat eksekutif, pengusaha, pengamat, mahasiswa, akademisi, atau publik figur lainnya, yang melakukan kajian, baik yang terkait dengan kinerja pembangunan maupun yang terkait dengan perubahan sosial ekonomi masyarakat, tanpa didukung data yang benar maka pendapatnya seringkali terjebak dalam dominasi verbal yang dalam banyak hal sulit dipertanggungjawabkan obyektivitasnya, sarat kepentingan pribadi/golongannya.

Tanpa dukungan data, suatu diskusi pun cenderung berputar-putar, instan, dan isinya sering keluar dari substansi persoalan.

Dengan menggunakan bantuan data statistik yang ada, akan lebih terbantu, masalah yang dikemukakan akan lebih jernih, dan tampak jelas menguasai persoalan.

Pemerintahan Prorakyat. Pemerintahan mengklaim bahwa programnya adalah prorakyat.

Apakah benar prorakyat atau malah pro pengusaha kaya tergantung apakah suatu pemerintahan mengenal secara benar atau tidak realita dan kecenderungan-kecenderungan yang tengah dihadapi oleh masyarakat.

Jika program dirancang atas dasar realita kebutuhan riil masyarakat, itulah yang lebih tepat disebut prorakyat.

Untuk mengetahui realitas masyarakat tidak cukup dengan hanya berkunjung ke daerah, lalu menarik kesimpulan.

Dibalik banyaknya bangunan bertingkat/mall-mall/hotel, mungkin banyak penduduk yang miskin dan menganggur, terjadi ketimpangan pendapatan antara yang kaya dan miskin, kematian ibu dan bayi, dan lain lain.

Data statistik memberi potret realitas yang tengah dihadapi masyarakat. Idealnya, jika memang ingin mengetahui realitas kehidupan, kesejahteraan, dan kondisi sosial ekonominya sebaiknya memulai dengan membaca data statistik daerah tersebut.

Kurang mengakrabi data, seorang pemimpin akan terdistorsikan. Kredibilitas akan jatuh di hadapan masyarakat.

Setiap ucapan yang disampaikan akan terlihat mengawang-awang, normative, dan kosong. Karena data statistik adalah pijakan realita yang diperoleh dari kerja-kerja ilmiah.

Pengusaha Kuat. Bagi pengusaha, memahami data statistik akan membuat horizon sudut pandang menjadi luas.

Mengenal secara cepat kemana arah pembangunan ekonomi suatu Negara, sektor-sektor mana yang tumbuh lebih cepat, bagaimana pola kecenderungan permintaan barang dan jasa, seorang pengusaha yang mampu membaca data statistik berupa  data inflasi akan sangat terbantu memahami kecenderungan kenaikan harga menurut komoditi dan wilayah.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved