Di Indonesia Inflasi Tertinggi, Haryadi: Ekonomi Jambi Minus

Provinsi Jambi menjadi sorotan, pasalnya inflasi Jambi tertinggi di Indonesia dengan menyentuh angka 8,55 persen.

ist
Guru Besar Fakultas Ekonomi Unja, Haryadi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Provinsi Jambi menjadi sorotan, pasalnya inflasi Jambi tertinggi di Indonesia dengan menyentuh angka 8,55 persen.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi pada rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 18 Agustus 2022 lalu.

Sebelumnya pada Rabu (17/8), Gubernur Jambi Al Haris mengatakan Provinsi Jambi mencapai pertumbuhan ekonomi terbaik di Sumatera.

Hal tersebut disampaikan Haris Saat dirinya menanggapi tema HUT ke- 77 RI yakni "Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat."

"Kalau ekonomi, Alhamdulillah Jambi hari ini per 2 Agustus kemarin Provinsi Jambi itu provinsi yang pertumbuhan ekonomi terbaik di pulau sumatera. Kalau survey BPS kemarin, rilisnya sudah keluar bahwa pertumbuhan ekonomi tertinggi di pulau sumatera adalah Provinsi Jambi 5.41 persen (y-on-y)," ujar Haris.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Ekonomi Unja, Haryadi mengatakan pertumbuhan ekonomi akan memberikan manfaat apabila pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari inflasi.

"Di Jambi itu, pertumbuhan ekonomi kita kan 5.41 sementara inflasi kita 8.55 jadi kalau itu kita hitung, menghasilkan pertumbuhan negatif 3.14, minus. Artinya secara rill pertumbuhan ekonomi di Jambi mengalami kemunduran atau mengalami minus 3.14 persen. Jadi akan lebih bagus misalnya pertumbuhan ekonomi kita 2 inflasi 1 artinya akan plus 1 kan. Jadi pertumbuhan ekonomi itu tidak berarti apa apa dibandingkan tingkat inflasi," kata Haryadi, Senin (22/8).

Lebih lanjut, Haryadi mengatakan ada dua jenis inflasi dan terjadinya inflasi di Jambi disebabkan tingginya harga-harga bahan pokok.

"Inflasi ini sebenarnya penyakit ekonomi jangka pendek, yang gampang sebenarnya diatasi. Diatasinya dengan cara apa? Dengan menormalkan sisi permintaan dan penawaran. Inflasi itu kan ada inflasi inti dan inflasi administered. Jadi kedua-duanya itu bisa dinorlmakan, kalau misalnya inflasi inti terjadi karena kenaikan bahan-bahan pokok nah ini yang terjadi di Jambi. Kalau tidak diatasi dan tidak disikapi dengan baik dan cermat maka akan memunculkan dampak baru.

Haryadi mengatakan gubernur harus berperan secara cepat dalam menstabilkan harga bahan-bahan pokok di Jambi.

"Oleh karena itu pemerintah provinsi sebagai stabilitator harga harus menstabilkan harga. Pertama-tama saran saya saya itu adalah betul-betul mengefektikan TPID itu. Pimpinan daerah, gubernur harus cepat berkoordinasi dengan kab/kota untuk memfungsikan satgas pangan. Supaya jangan terjadi krisis pangan. Kalau misalnya kurang di dalam harus ada stok dari luar, konsekuensinya kalau dari luar kan tentu menambah ongkos," pungkas Haryadi.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: JNE Raih Dua Penghargaan Bergengsi Kriteria Pelayanan Pelanggan

Baca juga: Ismed Harap Dishub Kota Jambi dan Polresta Jambi Operasi Urai Kemacetan di Talang Bakung

Baca juga: Urai Penumpukan Truk Batubara di Talang Bakung, Dishub akan Siapkan Kantong Parkir

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved