Berita Kerinci

Gelapkan Dana Desa Rp 617 Juta, Pjs Kades Sungai Lebih Dilimpahkan ke Kejari Kerinci

Gelapkan Dana Desa Rp 617 juta Pjs Kepala Desa Sungai Lebih Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci diamankan. Kini kasus yang merugikan negara pada tahun

Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM/HERUPITRA
Pjs Kades Sungai Lebih Dilimpahkan ke Kejari Kerinci 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Gelapkan Dana Desa Rp 617 juta Pjs Kepala Desa Sungai Lebih Kecamatan Siulak Kabupaten Kerinci diamankan. Kini kasus yang merugikan negara pada tahun anggaran 2020 telah P21.

Hal ini dibenarkan kasat Reskrim Polres Kerinci, IPTU Edi Mardi ditemui, Senin (15/8). Ia mengatakan, bahwa berkas kasus dugaan korupsi dengan tersangka LO sudah dinyatakan lengkap (P21) tersangka juga sudah dilimpah ke Kejari untuk proses selanjutnya.

"Berkas dilimpahkan bersama tersangka disampaikan ke Kejaksaan pada pagi tadi, Senin 15 Agustus 2022, sekitar pukul 10.30 wib, Barang bukti Tersangka atas nama Lefra Oktomi," jelasnya Kasat.

Tersangka diduga melakukan penyelewengan pengelolaan keuangan dana desa tahun 2020 Desa Sungai Lebuh, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci.

"Adapun kerugian keuangan negara Sebesar Rp. 617.261.500,00 (Enam ratus tujuh belas juta dua ratus enam puluh satu ribu lima ratus rupiah) sesuai dengan Laporan hasil audit Inspektorat Provinsi,"katanya

Tersangka diancam dengan Pasal Pasal 2 ayat (1) Subsidair Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 1999.

Sementara itu, Alex hutauruk Kasi Pidsus Kejari Sungai Penuh membenarkan bahwa berkas yang diserahkan ke Kejari Sungai Penuh oleh penyidik polres Kerinci sudah lengkap.

"Kita Sudah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti, sudah lengkap (p21) tahap dua akan kita susun. Akan kita limpahkan ke pengadilan Jambi," katanya

Lanjutnya, adapun kerugian negara yang diduga dilakukan tersangka sekitar 617 rupiah, Akumulasi kegiatan honor perangkat yang dipotong, kemudian SPJ fiktif untuk kegiatan pembangunan infrastruktur yang tdk dilakukan oleh tersangka.

Dari hasil laporan yang sudah dilakukan inspektorat Provinsi Jambi kerugian negara dan juga hitungan PUPR kabupaten Kerinci, sebesar Rp 617 juta, tersangka sama sekali tidak ada niat untuk mengembalikan kerugian negara,

"Sama sekali tidak ada pengembalian kerugian negara, maka tersangka Dikenakan pasal 2 dengan minimal hukuman 4 tahun penjara Pasal 3 minimal 3 tahun," jelasnya.

Direncanakan berkas kasus dugaan Korupsi dana desa ini akan dilimpahkan kepada ke pengadilan Tipikor dalam waktu dekat ini.

"Kalau tidak ada halangan minggu depan kita limpahkan ke pengadilan, dan tersangka saat ini Kita titipkan di sel polres Kerinci,"ungkapnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Disebut Ferdy Sambo Jadi Bekingannya, Nikita Mirzani Beri Pengakuan: Itu Gak Benar

Baca juga: BKKBN Provinsi Jambi Targetkan Angka Stunting Turun Hingga 12 Persen di Tahun 2024

Baca juga: Abdul Hamid Sampaikan Pandangan PKB Atas Ranperda Penyelenggaraan Pengangkutan Batubara

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved