Peternakan
546 Ternak Yang Terserang PMK Tersebar di 41 Desa dan Kelurahan di Batanghari
546 ekor hewan ternak di 41 desa/kelurahan dalam delapan kecamatan di Kabupaten Batanghari terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Penulis: A Musawira | Editor: Hendri Dunan
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Batanghari sudah menyerang 546 ekor hewan ternak. Data terakhir kasus tersebut sudah menyebar di 41 desa/kelurahan dalam delapan kecamatan.
Hal ini diungkapkan oleh Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Batanghari, Tuanku Hafiq pada Minggu (14/8).
Menurut Tuanku, dari 546 kasus yang sudah terdeteksi di antaranya yang sembuh berjumlah 367 ekor, tujuh ekor sapi mati dan 34 ekor potong bersyarat.
“Hewan yang masih terpapar 129 ekor dalam masa pengobatan. Kasus PMK ini tertinggi di Kecamatan Muara Bulian berjumlah 156 kasus,” katanya.
Petugas di lapangan kata dia masih terus memantau perkembangan kondisi hewan ternak, memang secara klinis hewan ternak yang mati mengarah ke PMK.
“Kita sudah memberikan vitamin dan antibiotik. Hewan-hewan itu sudah berangsur pulih dan mereka petani sudah mandiri berusaha memberikan obat herbal,”
“Sapi yang terpapar usiannya 1 tahun ke atas, maka dari itu petani diimbau untuk waspada terhadap arus lalu lintas ternak. Jika menemukan kasus harap lapor kepada petugas,” katanya.
Disbunak Batanghari terus melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap seluruh hewan-hewan ternak. Sedikitnya 4.200 ekor sapi yang akan mendapatkan vaksinasi (PMK).
Dikatakanya dari dosis vaksin tahap pertama 4.200, pihaknya telah menyasar ke 2.490 ekor hewan atau 14.5 persen.
“Masih ada tersisa 1.260 ekor hewan yang belum divaksin dari jumlah dosis diberikan 4.200 itu,” katanya.
Ia mengatakan dalam pelaksanaanya petugas di lapangan menemukan kendala yakni hewan-hewan ternak ditemukan masih liar, ada yang belum dikandangkan. Selain kendala itu, petugas mendapati ada hal-hal sangat mendesak seperti ada komplikasi antara virus SE, jembrana dan PMK. Jadi pihaknya harus memilih yang mana divaksin dan mana yang tidak.