Sensus Pertanian 2023, Mencatat Pertanian Indonesia Untuk Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani

ensus Pertanian sudah dilaksanakan sebanyak enam kali sejak tahun 1963 dan akan dilaksanakan Sensus Pertanian ketujuh di tahun 2023. 

Editor: Rahimin
istimewa
Sensus Pertanian 2023, Mencatat Pertanian Indonesia Untuk Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani 

Tujuan Sensus Pertanian

Pelaksanaan Sensus Pertanian Tahun 2023 (ST2023) bertujuan untuk menyediakan data struktur pertanian terutama untuk unit-unit administrasi terkecil. Bukan itu saja, data ST2023 juga dapat digunakan sebagai tolok ukur statistik pertanian saat ini serta menyediakan kerangka sampel untuk survei pertanian lanjutan.

Outcome ST2023

Sejatinya, suatu kegiatan besar yang dilaksanakan seperti sensus harus memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

Semakin besar manfaat yang diterima maka semakin efektif kegiatan tersebut. Manfaat ini yang disebut outcome.

Merancang outcome harus dapat memahami kebutuhan masyarakat. Tanpa memahami kebutuhan maka kontribusi outcome menjadi kurang maksimal. Lalu apa manfaat yang didapat masyarakat dari ST2023?

Pertama, tersedianya sistem pengumpulan data pertanian yang terintegrasi dan berkelanjutan dengan Sensus Pertanian sebagai aransemen utama dan AGRIS sebagai data pelengkap tahunan di antara dua sensus.

Terintegrasinya setiap survei maupun kegiatan di BPS merupakan dambaan bagi semua pihak karena akan mampu mengefisiensi dan mengefektifkan apa yang dikerjakan. Monitoring dan evaluasi juga akan mudah didapat.

Bekerja secara sistematis untuk data yang berkualitas.

Kedua, tersedianya data Statistik Pertanian baik dalam bentuk tabular maupun geospasial. Ketiga, tersedianya data pertanian yang komprehensif dan memenuhi data-data kewilayahan terutama wilayah kecil sampai level desa.

Keempat, terpenuhinya data pertanian untuk agenda global, misalnya Indikator SDGs di Sektor Pertanian.

Kelima, persiapan ST2023 memberikan perhatian khusus untuk menangkap isu strategis pertanian nasional yang mengacu pada RPJMN dan berdampak pada pengambilan keputusan strategis pemerintah.

Ketiadaan indikator pertanian, membuat pemerintah menetapkan NTP (Nilai Tukar Petani) sebagai target untuk melihat kesejahteraan petani meskipun beberapa pakar juga tidak setuju kalau NTP dijadikan sebagai indikator pengukur kesejahteraan petani. Selama ini kita menghasilkan NTP yang nilainya diharapkan naik terus menerus setiap tahunnya.

Keenam, penyelenggaraan ST2023 dirancang dengan memperhatikan kriteria cost effective data collection tools and methodology yang direkomendasikan FAO.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved