Potret Kesejahteraan Nelayan Provinsi Jambi

Hasil produksi perikanan laut tangkap masih menjanjikan di perairan Indonesia. Potensi perikanan laut masih perlu dikelola dengan hati-hati

Editor: Rahimin
Istimewa
Potret kesejahteraan nelayan Provinsi Jambi. 

Potret Kesejahteraan Nelayan Provinsi Jambi

Penulis : Budi Hartono, S.ST., M.Si.

Statistisi Ahli Muda, BPS Provinsi Jambi

TRIBUNJAMBI.COM - Akhir-akhir ini, awan mendung menyelimuti nasib nelayan Indonesia, terutama nelayan kecil. Perubahan iklim tiap tahun memengaruhi musim melaut dan berdampak langsung pada pendapatan nelayan.

Belum lagi program pemerintah daerah yang banyak membuka investasi di wilayah pesisir seperti penambangan timah, kemudian mencemari air laut dan pada akhirnya mengurangi hasil tangkapan.

Hasil produksi perikanan laut tangkap masih menjanjikan di perairan Indonesia. Potensi perikanan laut masih perlu dikelola dengan hati-hati oleh pemerintah.

Program-program yang dijalankan dalam sektor industri perikanan tetap harus senantiasa berpaling kepada kelompok nelayan guna memberdayakan pelaku usaha di garis terdepan kelautan Indonesia.

Salah satu indikator yang digunakan untuk melihat kesejahteraan petani adalah Nilai Tukar Petani (NTP ). NTP mempunyai kegunaan untuk mengukur kemampuan tukar produk yang dijual petani dengan produk yang dibutuhkan petani dalam produksi dan konsumsi rumah tangga.

Angka NTP menunjukkan tingkat daya saing produk pertanian dibandingkan dengan produk lain. Atas dasar ini upaya produk spesialisasi dan peningkatan kualitas produk pertanian dapat dilakukan.

NTP dibangun oleh lima (5) subsektor, salah satunya adalah subsektor Perikanan. Subsektor ini terdiri dari perikanan tangkap/nelayan dan perikanan budi daya. Bagaimanakah gambaran kesejahteraan Nelayan di Provinsi Jambi?

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved