Smart Mom

Mengajarkan Anak Pintar Makan Sendiri Melalu Program Baby Lead Weaning (BLW)

Saat ini anak sudah ada program Baby Lead Weaning (BLW) agar anak usia dini bisa makan sendiri. BLW merupakan teknik yang menawarkan bayi makan.

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Hendri Dunan
istimewa
Ra Delta, Ibu muda asal Jambi ini sukses menerapkan program BLW kepada buahatinya. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - MEMILIKI anak yang mandiri merupakan dambaan bagi orang tua, apa lagi jika anak sudah mandiri di umur 6 bulan, minimal bisa untuk makan sendiri.
Bagi sebagian orang memiliki anak di umur enam bulan sudah bisa makan sediri mungkin merupakan keniscayaan. Namun semakin berkembangnya teknologi dan penelitian yang terus di kembangkan, saat ini anak sudah bisa makan sendiri sedini mungkin dengan program Baby Lead Weaning (BLW).
Hal ini pun diterapkan oleh Ra Delta, ibu muda asal Jambi ini sukses menerapkan program BLW kepada buah hatinya. Anak Delta yang baru berusia 1.5 tahun sudah terlihat sigap menyantap berbagai makanan yang di berikan.
Delta menjelaskan BLW merupakan teknik yang menawarkan bayi memakan makanan yang lembut, panjang dan bisa dipegang, serta finger food sehingga meningkatkan keterampilannya dan baik untuk perkembangannya.
"Intinya selain makanan itu cocok untuk bayi, juga bisa mereka pegang," ungkapnya, Sabtu (6/8).
Namun, agar anak bisa makan sendiri bukan perkara mudah, ada tahapan panjang yang di lalui wanita kelahiran 1992 ini. Menurut Delta agar anaknya bisa makan sendiri yang pertama dilakukan itu menjaga jarak antara waktu makan, minum susu dan ngemil.
Ada jarak di saat bayi di kasih makan, tidak dalam keadaan kenyang karena susu atau cemilan. Dua jam sebelum memberi makan, Delta tidak memberikan susu atupun cemilan, hal ini agar anak dalam kondisi siap makan saat di berikan makanan. Selain itu dia juga melihat jam tidur bayi, karena ketika bayi ngantuk dia akan rewel dan tidak mau untuk makan.
Lebih lanjut Delta menceritakan saat memberikan makan anaknya dalam keadaan duduk di bangku sehingga menghadirkan suasana makan. Dan agar perhatian anak tidak teralihkan dia tega tidak memberikan mainan ataupun HP saat memberikan anaknya makan. Selain itu insting orang tua juga sangat di perlukan dalam memberikan porsi makan pada anak agar makanan tidak mubazir.
"Untuk porsi makanan ini sebenarnya kan sudah ada risetnya kita tinggal lihat saja, namun selain itu insting orang tua juga diperlukan karena setiap anak kan beda-beda, kalau porsi yang kita berikan tidak habis, maka untuk selanjutnya porsinya kita kurangi," ujarnya.
Delta juga menyarankan untuk memulai program ini sebaiknya konsultasi ke dokter anak, karena untuk melihat kesiapan anak menerima makanan selain ASI.
Menurut Delta Selian banyak manfaat untuk dirinya program BLW ini juga memiliki manfaat untuk bayi. "Program ini bisa membantu mengembangkan keterampilan dan kepercayaan diri mereka," katanya.
Program BLW diharapkan bisa melepaskan stres orangtua saat waktunya makan yang kerap dengan `pertempuran` dan menghadapi anak pemilih makanan. BLW juga lebih murah karena tak ada makanan terpisah yang dipersiapkan atau perlu membeli peralatan makan.
Delta bercerita anaknya baru mulai bisa makan sendiri di usia tujuh bulan, sejak saat itu sampai saat ini anaknya selalu makan sendiri. "Ada banyak manfaat yang saya rasakan semenjak anak bisa makan sendiri, minimal kita tidak repot dengan membujuk mereka untuk makan," ungkapnya.
Kondisi anaknya yang sudah bisa makan sendiri ini membuat mantan pramugari Garuda Indonesia ini leluasa membawa bua hatinya untuk ngumpul bareng temanya.
Delta menceritakan, saat mereka makan di luar, baik sama suami ataupun teman-temanya dia tidak memerlukan waktu khusus dengan anaknya.
"Kalau kita makan di luar gitu ya, kita bisa makan bareng, jadi kita gak ada waktu khusus menyuapi anak untuk makan," katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved