DPRD Provinsi Jambi

Obat di RSUD Raden Mattaher Kosong, Komisi lV Segera Fasilitasi dengan Penyuplai Obat

Komisi lV DPRD Provinsi Jambi akhirnya akan memfasilitasi antara RSUD Raden Mattaher dengan pihak perusahaan farmasi di Jambi soal kekosongan persedia

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi.com/Hasbi Sabirin
Ketua Komisi lV DPRD Provinsi Jambi Padli Sudria menanggapi soal kosongnya stok obat di RSUD Raden Mattaher Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Komisi lV DPRD Provinsi Jambi akhirnya akan memfasilitasi antara RSUD Raden Mattaher dengan pihak perusahaan farmasi di Jambi soal kekosongan persediaan obat di RSUD Raden Mattaher Jambi.

Ketua Komisi lV DPRD Provinsi Jambi Padli Sudria mengakui telah membicarakan hal itu pada pihak terkait dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Kamis (4/8/22) lalu.

Kata Fadli Sudria, di sela sela RDP dengan Dinas Kesehatan, RSUD Raden Mattaher dan RS Jiwa itu sudah ditanyakan langsung terkait kekosongan persediaan obat di RSUD Raden Mattaher Jambi.

"Pernyataan pihak RSUD Raden Mattaher Jambi tidak benar. Namun memang ada beberapa obat yang kurang, di rumah sakit stoknya tidak ada, tapi semua terpenuhi," kata Fadli.

Dirinya juga mengakui bahwa telah menerima laporan dari asosiasi penyedia obat (Pihak Perusahaan Farmasi) di Provinsi Jambi meminta komitmen bersama.

"Komisi IV sebagai fasilitator, bahwasa nya jangan terjadi lagi kekurangan obat di RSUD Raden Mattaher. Supaya mereka mau mensuplai dengan syarat, harus dibayar dulu tagihan-tagihan yang lama," ungkapnya.

Baca juga: Komisi III Minta ULP Pemprov Jambi Objektif Proses Pemenang Lelang Kontraktor

Baca juga: Bupati Fadhil Arief Lucurkan Program Batanghari Tangguh, Pelatih: Rasa Syukur Dibuktikan di Lapangan

Fadli Sudria juga meminta tagihan itu jangan sampai berlarut lama apalagi sampai 6 bulan dan satu tahun belum di bayar.

"Nah kedua, kita minta birokrasi dalam hal penagihan, jangan terlalu lama dan birokrasinya jangan terlalu berbelit-belit, dari meja A, meja B, meja C tidak ada. Sekarang ini satu meja silahkan langsung pencairan, bearti dokumen yang berjalan," jelasnya.

Fadli juga mengungkapkan, jika berdasarkan informasi yang mereka terima terkait hutang obat di RSUD Raden Mattaher, di angka Rp41 miliar kemudian yang sudah diangsur sehingga tersisa hanya Rp15 miliar.

"Dan itu nanti itu akan dibayar, jadi tidak ada masalah, masalah obat sudah klir lah, tinggal lagi kesanggupan pihak penyedia itu untuk berkomitmen bersama dengan rumah sakit," tutupnya. (Tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin)

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Komisi III Minta ULP Pemprov Jambi Objektif Proses Pemenang Lelang Kontraktor

Baca juga: Bupati Fadhil Arief Lucurkan Program Batanghari Tangguh, Pelatih: Rasa Syukur Dibuktikan di Lapangan

Baca juga: Tahun Depan Kantor Bupati Tebo Bakal direhab, Berikut Anggaran yang Dibutuhkan

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved