Sosial

Baznas Lirik Sektor Swasta Khususnya Badan Usaha Milik Umat Muslim

Baznas Sarolangun melirik sektor perusahaan (swasta) dengan syarat usaha tersebut milik orang Islam atau mayoritas sahamnya milik orang Islam

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Hendri Dunan
Tribunjambi/Abdullah Usman
Ketua Baznas Sarolangun, Ahmad Zaidan. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Baznas Sarolangun melirik sektor perusahaan (swasta) untuk mengumpulkan zakat bagi masyarakat kurang mampu.
Tidak hanya Pegawai Negeri Sipil (PNS), Baznas Sarolangun juga mulai mengumpulkan zakat dari masyarakat termasuk akan menggaet pihak-pihak swasta.
Ketua Baznas Sarolangun, Ahmad Zaidan mengungkapkan terimakasih kepada pegawai termasuk masyarakat luas yang telah berzakat melalui Baznas. Kedepan pihaknya berencana menggandeng pihak swasta atau perusahaan untuk berzakat melalui Baznas Sarolangun.
"Pertama syaratnya usaha tersebut harus milik orang Islam atau mayoritas sahamnya milik orang Islam," ujarnya, Jumat (5/8).
"Kalau itu tidak tercapai, nanti kita kejar karyawannya untuk berzakat atau berinfak," sambungnya.
Menurutnya, peluang peningkatan angka di Baznas cukup besar dan kini telah memulai perbincangan lanjutan.
"Kita juga sudah mendapat dukungan dari pak mantan kita, karena dia punya banyak usaha dan itu nanti akan kita kejar," ungkapnya.
Saat ini, Baznas Sarolangun mencatat, capaian zakat di Sarolangun mengalami kenaikan. "Alhamdulilah kita ada kenaikan sedikit ada Rp4,5 milyar dan sekarang sudah Rp4,7 milyar, yang terkumpul tahun ini" ujar Ahmad Zaidan.
Zaidan mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan dana zakat hampir Rp4 milyar terutama di bulan Ramadan 1442 hijriah yang lalu.
Lanjutnya, Baznas Sarolangun juga sudah membentuk unit pengumpul zakat di setiap Desa yang ada di Kabupaten Sarolangun.
"Tiga sampai lima orang, mereka inilah yang mencari muzakki atau orang yang berzakat dan diajak berzakat melalui Baznas," ujarnya.
Selama hampir empat bulan terbentuk, tim pengumpul zakat itu mendapat respon cukup baik dari masyarakat.
"Alhamdulilah respon cukup banyak dan ini baru berjalan tiga atau empat bulan kita bentuk," pungkasnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved