Politik

"Jokowi Dukung Prabowo di 2024?"

Ketua Projo mengatakan Ketum Gerindra Prabowo yang paling pasti maju di Pemilu 2024 karena memiliki sejumlah syarat sebagai Capres

Editor: Hendri Dunan
Net
Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi mengatakan, jika Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto adalah calon presiden (Capres) yang paling pasti akan maju di 2024.
Menurut Budi, Prabowo memiliki sejumlah syarat yang layak maju sebagai capres 2024. "Pak Prabowo itu capres yang pasti, karena yang memenuhi syarat menjadi capres ya Pak Prabowo," kata Budi Arie, Rabu (3/8).
Wakil Menteri Desa PDTT ini pun lantas mengungkap beberapa alasan sosok Prabowo menjadi capres terkuat di 2024. Pertama, kata Budi, posisi Prabowo yang sebagai Ketua Umum Partai Gerindra. Dimana, partai Gerindra hanya membutuhkan satu partai lagi untuk berkoalisi.
"Pertama, memiliki Partai Gerindra, jauh lebih mudah mendapatkan tiket capres karena hanya perlu satu partai koalisi," ucap Budi Arie.
Kedua, Prabowo dinilai sebagai menteri yang loyal dan patuh pada arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya itu, Budi menyebut bahwa Prabowo menunjukkan komitmen penuh mengawal program Presiden Jokowi ke depan.
Terutama, soal pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara serta postur pertahanan di tanah air. "Pak Prabowo ini punya komitmen yang serius melanjutkan program-program Pak Jokowi, khususnya IKN. Pak Prabowo juga memiliki pengalaman sebagai Menhan dan berkomitmen untuk membangun postur pertahanan yang baik bagi Indonesia," beber Budi Arie.
Berikutnya, Budi menyebut Prabowo punya popularitas yang sangat tinggi. Dimana, popularitas tinggi menjadi salah satu syarat penting bagi seorang capres. "Pak Prabowo memiliki popularitas yang tinggi di masyarakat dan yang kelima Pak Prabowo sekarang tidak menunjukkan ambisi kekuasaan fokus kerja sebagai menteri dan ikut 100 persen arahan Pak Jokowi," jelasnya.
Lebih lanjut, Budi Arie enggan menegaskan soal pandangan positif Projo kepada Prabowo sebagai sinyal dukungan di 2024. Terlebih, dibaca sebagai sinyal arahan Jokowi mendukung Prabowo.
Ia menyebut, bahwa Projo akan tegak lurus mengikuti arahan Jokowi di 2024. "Kalau Projo tegak lurus ikut perintah Jokowi. Siapa pun yang didukung Pak Jokowi pasti kita dukung," jelasnya.
Musra Untuk Cari Capres
Budi Arie mengatakan, bahwa Presiden Jokowi tak ingin nama capres yang muncul pada Musyawarah Rakyat Indonesia (Musra) di 34 provinsi bocor ke publik.
Budi Arie mengatakan pihaknya akan ikut arahan dan perintah Jokowi. Yakni, para relawan tak akan membocorkan nama-nama capres ke publik. "Nama-nama itu tidak akan diumumkan langsung setelah Musra di suatu kota, tetapi di kompilasi dan diserahkan secara tertutup kepada Pak Jokowi," kata Budi.
Budi juga mengungkapkan, bahwa perintah Jokowi agar Musra tak digelar secara serentak di 34 provinsi. Pasalnya, Jokowi tak ingin capres rekomendasi suatu daerah mempengaruhi pilihan daerah lain.
Budi pun memastikan, semua barisan relawan satu suara menjalankan perintah Jokowi. "Dipastikan tidak akan bocor, hanya ke Pak Jokowi," ujarnya.
Diketahui, sejumlah organ relawan garis keras Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkolaborasi mengadakan Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia. Musra Indonesia itu digelar untuk menjaring Calon presiden-Calon wakil presiden periode 2024-2029.
Musra Indonesia rencananya diadakan di 34 kota di 34 provinsi sampai awal Maret 2023. Sebelumnya, Ketua Dewan Pengarah Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia Andi Gani Nena Wea menegaskan, Musra adalah upaya melibatkatkan partisipasi publik seluas mungkin dalam mencari pemimpin nasional.
"Musra Indonesia ini alat partisipasi publik, bukan sekedar alat dukung-mendukung tokoh yang ingin nyapres di 2024," kata Andi Gani.
Andi Gani menjelaskan esensi demokrasi adalah partisipasi rakyat melalui mekanisme yang terbuka. Rakyat melalui Musra akan dipersilakan bicara menyampaikan pemikiran dan keinginannya mengenai pemimpin nasional ke depan. Maka dia mempertanyakan jika ada pihak yang mempersoalkan partisipasi publik tersebut.
"Musra Indonesia tidak akan mengumumkan dukungan terhadap tokoh tertentu. Tapi nama-nama capres-cawapres yang muncul akan kami umumkan pada waktu dan momentum yang tepat," jelas Andi Gani.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved