Berita Batanghari

Di Batanghari Bakal Ada Pabrik Menghasilkan Minyak Sehat Mengandung Vitaman A

Dalam acara peletakan batu pertama pabrik minyak sawit masa depan di Desa Simpang Jelutih, Batin XXIV, Komisaris Utama PT Nusantara Green Energy, Bamb

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM/MUSAWIRA
Mendag Zulhas didampingi Komisarit Utama PT NGE dan Gubernur Jambi mencoba mencicipi minyak minyak sehat yang mengandung vitamin A. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Dalam acara peletakan batu pertama pabrik minyak sawit masa depan di Desa Simpang Jelutih, Batin XXIV, Komisaris Utama PT Nusantara Green Energy, Bambang Brojonegoro menuturkan mesin yang dihasilkan dari pabrik ini tidak hanya CPO tetapi juga PPO (Premium Palm Oil).

Lebih lanjut ia mengatakan hasil dari mesin itu bisa menjadi bahan dari minyak goreng. Bukan hanya sekedar minyak goreng tapi mungkin ia sebut minyak goreng plus atau minyak sehat yang mengandung vitamin A.

“Vitamin A kita ketahui sangat baik untuk kesehatan mata kita. Selama ini, vitamin A bisa kita konsumsi melalui kapsul yang barang kali bisa kita beli di apotek. Tapi yang ini tentunya vitamin A yang natural dan alamiah,” katanya pada Selasa (2/8/2022).

Ia mengatakan jika nanti mesin ini sudah bisa dipakai maka sudah bisa menyerap produk dari berbagai kebun khsusunya di Jambi.

“Aawalnya mudah-mudahan kita di Indonesia bisa melakukan subtituai import jadi tidak perlu mengimport bahan baku untuk vitamin A atau mengimport minyak ikan tapi kita bisa menghasilkan sendiri dari tanaman yang ada,” ujarnya.

Dengan cara ini mudah-mudahan bisa menjadi motivasi segenap para pelaku usaha sawit dan pemilik kebun bahwa yang dijual nanti tidak hanya sekedar produk yang punya nilai tinggi sebagai produk ekspor tetapi juga produk yang nantinya akan menyehatkan anak bangsa.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada bapak Mentri Perdagangan Zulkifli Hasan yang menyempatkan untuk hadir di tempat ini. Saya yakin Bapak Zulhas sebagai Mendag sangat peduli terhadap satu diantara penyumbang devisa terbesar di Indonesia yaitu kelapa sawit dan CPO,” ucapnya.

Tentu pihaknya apresiasi upaya untuk melahirkan pabrik yang tidak hanya bisa membantu produksi turunan dari kelapa sawit tapi juga mensejahterakan para petani, utama pemilik kebun yang saat ini tidak punya pabrik dan bergantung ke pabrik-pabrik besar.

Kepada Mentri ia menyampaikan upaya untuk membuat pabrik dari mesin pengelola sawit ini motivasinya tidak lain adalah untuk bisa meningkatkan produksi sawit dan turunannya termasuk CPO tetapi juga terkait dengan satu diantara produk yang ikut berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan juga terhadap laju inflasi kita yaitu minyak goreng.

“Ke depannya dengan pabrik ini diharapkan bisa lebih mandiri lebih mudah dan menyalurkan TBS sawit hasil panen kepada pabrik yang akan dibuat oleh PT NGE,” pungkasnya.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Tonton Video Polisi Asal Jambi Tewas Ditembak di Jakarta, Kondisinya Tragis

Baca juga: Yamaha Gelar Fazzio Youth Projek, Ajak Pengguna Fazzio Kunjungi Tempat Kekinian di Kota Jambi

Baca juga: Jose Mourinho Coret Kluivert & Calafiori di AS Roma demi Datangkan Georginio WIjnaldum dari PSG

Baca juga: Harga Sawit di Tebo Selasa (2/8/2022) Rp 1.000

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved