Femalenial
Novita Sari Aktivis Perempuan Jambi, Pernah Diteror Pelecehan Akun Tak Dikenal
Novita Sari, seorang aktivis perempuan yang memiliki ketertarikan atas segala hal berkaitan dengan pendampingan kekerasan hingga kehidupannya korban.
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM,JAMBI - Novita Sari, seorang aktivis perempuan yang memiliki ketertarikan atas segala hal berkaitan dengan pendampingan kekerasan hingga kehidupannya korban.
Ia mengenal dunia aktivis perempuan sejak di bangku perkuliahan, sebagai Menteri Gerakan Pemberdayaan Perempuan di kampusnya.
"Semakin mendalami tentang perempuan, semakin merasa ini menarik dan penting. Secara pribadi, Novi percaya dan memandang kalau perempuan hari ini masih banyak yang mengalami ketidak adilan," jelas dia.
Kondisi-kondisi sosial yang tidak menguntungkan untuk perempuan kerap ia temui.
Kata dia, seperti halnya pemikiran-pemikiran yang ia temui dari sesuatu yang kecil saat berkuliah.
"Misalnya mau shalat di mushola kampus yang kecil, remeh itu ya. Mau shalat di masjid yang lagi ada pembangunan, ramai bapak-bapak tukang. Terus mereka mencagil para perempuan," kata dia.
Selama jadi mahasiswa, Novita lebih sering mengikuti berbagai kegiatan organisasi. Terlebih organisasi tersebut membawa isu perempuan di dalamnya.
Baginya, sering berkegiatan di luar rumah merupakan terapannya yang sudah terinspirasi sosok ibu kandungnya.
Almarhumah ibu Novi merupakan perempuan dengan jiwa sosial yang tinggi.
"Ibu suka aktif di kegiatan-kegiatan bermasyarakat di pengajian, di kelurahan. Dan ndak pernah membatasi diri ikut acara-acara. Salutnya walaupun ibu Novi tidak tamat pendidikan SD. Bahkan hanya sampai kelas dua SD," ungkapnya.
"Jadi Novi merasa apa yang Novi dapatkan sekarang ini karena peran almarhumah ibu walaupun terbatas secara pendidikan dan ekonomi, tetapi punya kemauan yang kuat untuk maju," lanjutnya.
Lahir dan dibesarkan oleh sosok perempuan yang dipanggil ibu berkarakter kuat, Novita tumbuh jadi perempuan berkarakter.
Ia yang tidak terlalu dekat dan memiliki waktu khusus terbentuk dalam keluarganya, secara tidak langsung mengalihkan perhatiannya pada hal-hal positif.
Sedari Novita menduduki bangku pendidikan sekolah dasar atau SD, ia selalu mengikuti kegiatan organisasi.
"Namun ibu Novi nggak pernah melarang apapun kegiatan yang Novi lakukan. Bahkan ketika kuliah, di rumah itu cuma untuk numpang tidur," katanya.