Edi Purwanto Jadi Pemateri LK III Tingkat Nasional HMI Jambi, Bahas 5 Isu Strategis Global

Edi Purwanto menghadiri kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Jambi.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Samsul Bahri
Edi Purwanto menghadiri kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Jambi. 

 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Edi Purwanto menghadiri kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Jambi. Kegiatan latihan kader III tingkat Nasional ini dihadiri beberapa Badko HMI yang ada di Indonesia.

Edi Purwanto pada kegiatan ini diberikan kepercayaan untuk memberikan motivasi kepada kader HMI untuk bangkit menjadi generasi muda yang peka akan situasional yang terjadi di tengah masyarakat.

Pada kesempatan ini, Edi Purwanto memaparkan lima isu strategis global yakni terkait penangganan pandemi dan ketahanan pangan termasuk ketersediaan pupuk. Edi Purwanto menerangkan bahwa penangganan pandemi di Indonesia cukup baik, semua tidak terlepas dari kolaborasi dan kerjasama semua pihak.

"Kolaborasi ini semua juga menuntut pada isu global dengan berfokus pada upaya mendukung ketahanan pangan dengan upaya memastikan keterjangkauan dan kemudahan dalam memperolah pangan, serta meningkatkan ketersediaan data untuk pupuk," ungkapnya.

Baca juga: Lakukan FGD, Ketua DPRD Jambi Edi Purwanto Harapkan Ini

Isu lain yakni terkait kebijakan makroekonomi, dimana dikatakan oleh Edi Purwanto bahwa perekonomian menjadi isu strategis setelah hampir seluruh dunia terdampak dengan Covid 19. Upaya pemulihan ekonomi menjadi tantangan yang dihadapi dengan sejumlah kebijakan yang dilakukan.

"Kebijakan fiskal, moneter, serta stabilitas keuangan yang terencana, terukur, dan terkomunikasi dengan baik dengan harapan perekonomian semakin membaik,"sebutnya.

Isu ketiga yang disampaikan oleh Edi Purwanto berkaitan dengan bagaimana menerapkan kebijakan tersebut untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta memperkuat pemulihan ekonomi. Ini dikaitkan untuk menjaga kestabilan keuangan, terutama sektor korporasi dan rumah tangga. 

"Isu keempat terkait Central Bank Digital Currency (CBDC) yang ini juga kita sambut baik, khususnya dalam penggunaan pembayaran lintas-batas. CBDC dapat dirancang sehingga dapat memfasilitasi konektivitas pembayaran lintas negara namun tetap menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan,"ucapnya.

Baca juga: Kinerja Pansus Konflik Lahan DPRD Provinsi Jambi Didukung Semua Pihak, Edi Purwanto Berharap Ini

Isu kelima yakni terkait ekonomi dan keuangan hijau, G20 membahas berbagai rekomendasi untuk mengembangkan kerangka pembiayaan net zero emission. Ini ditekankan pentingnya pertukaran pengalaman dalam rangka mendorong pembiayaan dan investasi yang mendukung transisi menuju net zero emission.

"Jadi akan banyak perubahan-perubahan mendunia, yang mana generasi muda menjadi pendukung bahkan bagian dari pada perubahan dunia kedepannya. Sehingga generasi muda sangat dibutuhkan skill, inovasi dan kreatifitas dengan tantangan dunia saat ini dan kedepannya," pungkasnya.

Baca juga: Anggota DPRD Provinsi Jambi Akmaludin Peringati 1 Muharram 1444 H bersama Masyarakat Rambutan Masam

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved