Perang Rusia Ukraina

Laut Hitam Bergejolak, Rusia Lancarkan Serangan hingga Buat Presiden Ukraina Murka

Rusia  meluncurkan beberapa serangan rudal ke sasaran di pantai Laut Hitam pada hari Selasa 27 Juli 2022.

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
AFP/Arris Messinis
Pasukan Ukraina membawa rekan mereka yang terluka. Ukraina membutuhkan banyak senjata untuk hadapi Rusia 

TRIBUNJAMBI.COM - Rusia  meluncurkan beberapa serangan rudal ke sasaran di pantai Laut Hitam pada hari Selasa 27 Juli 2022.

Rusia dituding pimpinan militer Ukraina telah menyerang laut hitam.

"Sebuah serangan rudal besar-besaran, dengan menggunakan pesawat, diluncurkan dari Laut Hitam di selatan Ukraina," kata komando militer selatan negara itu dalam sebuah posting Facebook.

Dijelaskannya jika  infrastruktur pelabuhan menjadi sasaran serangan Rusia di wilayah Mykolaiv.

Tudingam ini  didukung oleh gubernur wilayah itu Vitaliy Kim yang mengunggah video serangan itu, yang menunjukkan beberapa ledakan.

"Objek infrastruktur kritis dan bisnis kendaraan bermotor rusak," kata Kim di Telegram.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memposting video di Instagram yang menunjukkan rumah-rumah rusak berat dan puing-puing di desa Zatoka, yang terletak di sebelah barat Odesa.

"Tidak ada pangkalan militer, tidak ada pasukan. Teroris Rusia hanya ingin menembak. Mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas semua ini," kata Zelenskyy.

Ukraina telah menyatakan harapan pada hari Senin bahwa mereka dapat mulai bersiap untuk memulai kembali operasi ekspor biji-bijian dan berharap untuk mengirimkan kapal pertama minggu ini.

Pulau Hitam Kran Ekonomi Ukraina

Sebelumnya Pasukan Ukraina paksa Rusia mundur, Kamis (30/6/2022).

Mundurnya Rusia seakan membuka kembali kran ekspor produk makanan Ukraina ke sejumlah negara di sekitarnya.


Sementara itu pasukan Ukraina lancarkan gelombang serangan jarak jauh terhadap Pulau Zminy yang diduduki Federasi Rusia (RF).

Dilansir Kyivpost, JFS mengonfirmasi terpantau rudal Angkatan Bersenjata Ukraina (UAF) dan unit artileri melakukan setidaknya 150 misi tembakan ke Pulau Ular atau dikenal dengan Pulau Zmiyny.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved