Brigadir Yosua Tewas Ditembak

Ungkap Tewasnya Brigadir Yosua, Polri Sudah Dapat Rekaman CCTV Perjalanan Irjen Ferdy Sambo

Penyidik juga terus mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap kasus kematian Brigadir Yosua.

Editor: Rahimin
Divisi Humas Polri (KOMPAS.com/RAHEL NARDA)
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. Kepolisian sudah menemukan rekaman CCTV perjalanan Irjend Ferdy Sambo dan Magelang hingga tempat kejadian tewasnya Brigadir Yosua. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pihak kepolisian masih bekerja untuk mengungkap kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua.

Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan terkait tewasnya Brigadir Yosua.

Bahkan, pihak kepolisian turun ke Jambi untuk melakukan pemeriksaan saksi-saksi dari pihak keluarga Brigadir Yosua.

Penyidik juga terus mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap kasus kematian Brigadir Yosua.

Terbaru, pihak kepolisian sudah mengantongi sejumlah closed circuit television (CCTV).

CCTV tersebut merekam perjalanan Irjen Ferdy Sambo dari Magelang hingga lokasi kejadian (TKP) tewasnya Brigadir Yosua di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Baca juga: Susno Duadji Pertanyakan Keberadaan Bharada E Usai Tembak Brigadir Yosua Hingga Tewas

Menurut pihak kepolisian, bukti rekaman CCTV dikantongi polisi dalam rangka mengusut tuntas kasus kematian Brigadir Yosua yang ditembak Bharada E.

Sebelum insiden Brigadir Yosua ditembak Bharada E, Irjen Ferdy Sambo dan Bharada E sempat menempuh perjalanan dari Magelang menuju Jakarta.

Polri membenarkan sudah mengantongi bukti CCTV yang merekam perjalanan Irjen Ferdy Sambo dari Magelang hingga Jakarta.

Hal itu dikatakan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.

"Saya sampaikan CCTV dari sepanjang jalan dari mulai Magelang sampai dengan TKP sini itu juga sudah ditemukan oleh penyidik," katanya kepada wartawan di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu (23/7/2022).

Menurut Irjen Dedi Prasetyo, CCTV tersebut sedang diperiksa di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri.

"Masih proses pemeriksaan oleh Labfor untuk mengklarifikasi dan mencocokkan untuk kalibrasi, untuk mencocokkan waktunya, karena waktu yang ada di CCTV harus sama," katanya.

Irjen Dedi Prasetyo juga meluruskan soal informasi CCTV rusak.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved