10 Truk Sampah DLH Kota Sungai Penuh Terobos Blokade Warga Sungai Ning

Sekitar 10 truk pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Sungai Penuh menerobos blokade warga Desa Sungai Ning.

Penulis: Herupitra | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Heru
Sekitar 10 truk pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Sungai Penuh menerobos blokade warga Desa Sungai Ning. 

 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Sekitar 10 truk pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Sungai Penuh menerobos blokade warga Desa Sungai Ning, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh, Jumat (22/7/2022). 

Penerobosan oleh truk sampah terhadap blokade warga terjadi di depan Rumah Sakit H.Bakri Kota Sungai Penuh, atau lebih tepatnya di depan tulisan selamat datang Sungai Ning. 

Sempat terjadi keributan di lokasi tersebut. Warga Sungai Ning merasa keberatan dengan penerobosan paksa yang dilakukan truk sampah tersebut.

Warga masih melakukan penghadangan sebab masih ada salah satu tuntutan warga yang belum disepakati oleh pihak pemerintah Kota Sungai Penuh. Yakni jangka waktu RPT dijadikan TPS yang diminta warga hanya dua bulan. 

"Kami warga Sungai Ning ini sudah merasa tidak dihargai lagi oleh pemerintah Kota Sungai Penuh, tuntutan kami warga Sungai Ning belum disepakati tapi pihak pemerintah Kota sudah memaksa  membuang sampah di wilayah KM 11 Renah Padang Tinggi Desa Sungai Ning, sementara tempat pembuangan sampah itu belum resmi dijadikan TPA jadi kami warga Sungai Ning ini di anggap apa," terang Karman Tunex.

Baca juga: Truk Berisi Sampah Parkir di Kantor DLH Kota Sungai Penuh, Menimbulkan Bau Tak Sedap

Deky Hamdani kordinator warga Sungai Ning saat diwawancarai wartawan membenarkan. "Ya tadi terjadi penerobosan sekitar sepuluh mobil sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Sungai Penuh terhadap blokade warga yang menutup jalan khusus untuk mobil sampah lewat. Kami warga Sungai Ning menyayangkan penerobosan yang dilakukan oleh mobil sampah tersebut, karena kesepakatan antara masyarakat Sungai Ning dengan pemerintah Kota Sungai Penuh tentang pembuangan sampah di lokasi TPA KM 11 RPT belum ada titik temu," kata Deky Hamdani.

"Harusnya pihak pemkot memberi contoh yang baik terhadap kami warga Sungai Ning, tunggulah dulu permintaan warga  itu disepakati dulu, baru kalau membuang sampah KM 11 RPT silahkan. Akan tetapi saya sarankan ke semua warga tadi supaya tidak melawan, kalau mereka memaksa silahkan, tapi warga jangan sampai ada yang terprovokasi penerobosan itu. Intinya warga saya minta jangan sampai terpancing anarkis, kalau ada yang meninju warga videokan nanti kita laporkan ke polisi," kata Deky Hamdani.

Baca juga: AWAS! Ada Lima Titik Longsor di Jalan Sungai Penuh - Tapan

Deky menjelaskan, tuntutan warga yang belum ada kesepakatan dengan pemerintah Kota Sungai Penuh adalah masalah tenggang waktu pembuangan sampah di KM 11 RPT. Warga Sungai Ning meminta supaya pembuangan sampah di KM 11 RPT paling lama 2 bulan, tapi pemkot meminta waktu 6 bulan, ini yang belum ada titik temu kesepakatan antara warga Desa Sungai Ning dengan Pemkot.

Wahyu Plt. Kadis Dinas Lingkungan Hidup Kota Sungai Penuh belum bisa memberikan keterangan. Ditemui sejumlah awak di kantor, sedang tidak berada di tempat.(*) 

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved