Minggu, 3 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Perang Rusia Ukraina

Digempur Rusia Diprediksi Tentara Ukraina Bertahan Paling Lama Sebulan

Digempur pasukan Rusia, membuat pasukan Ukraina diperkirakan paling lama bertahan di pertempuran hanya sebulan.

Tayang:
Penulis: Heri Prihartono | Editor: Heri Prihartono
AFP/FADEL SENA
Pasukan Ukraina harus menerima serangan Rusia yang bertubi-tubi 

TRIBUNJAMBI.COM - Terus digempur pasukan Rusia, membuat pasukan Ukraina diperkirakan paling lama bertahan di pertempuran hanya sebulan.

Hadapi Rusia di medan perang seperti di Donbass pasukan Ukraina diperkirakan bisa bertahan 12 hingga 13 hari.

Hal ini berdasarkan publikasi oleh Voyennoye Obozreniye sebuah suplemen surat kabar mingguan Rusia untuk Nezavisimaya Gazeta

Hal terburuk terjadi di wilayah Severodonetsk, Lysychansk dan Seversk tentara Ukraina hanya bisa bertahan dalam 5-6 hari saja.

Mengutip Pravda dari Voyennoye Obozreniye prajurit Angkatan Bersenjata Ukraina, menghabiskan rata-rata satu hingga tiga minggu di tempat berkumpul, di mana ia menjalani pelatihan minimal.

Kemudian dia pergi ke garis depan, di mana dia tinggal rata-rata 12 hingga 13 hari.


Bahkan laporan itu mencatat Nyawa prajurit akan ditentukan  pada sektor tertentu di garis depan:

Di Severodonetsk, Lysychansk dan Seversk dari lima hingga enam hari;

Di daerah Artemovsk dan Soledar — dari delapan hingga sembilan hari;

Di Ugledar — sekitar sebulan.

Serangan Rusia Meningkat

Ukraina dihantam Rudal Rusia sebabkan banyak korban warga sipil.

Dilaporkan warga sipil tewas dalam serangan rudal Rusia terbaru pada 19 Juli yang menargetkan pusat kota Kramatorsk, Ukraina timur, kata kepala pemerintahan regional Donetsk.

Pavlo Kyrylenko mengatakan serangan itu menyebabkan ledakan keras dan kebakaran di sebuah bangunan tempat tinggal.

"Rusia menyerang bagian tengah kota ... Setidaknya satu warga sipil tewas saat ini diketahui," tulisnya di aplikasi perpesanan Telegram dikutip dari laman refl.

Para pejabat Ukraina mengatakan mereka memperkirakan Kramatorsk, sebuah kota berpenduduk lebih dari 150.000 orang sebelum invasi Rusia, menjadi salah satu fokus utama serangan Rusia di Ukraina timur.

Kramatorsk adalah salah satu dari sedikit kota di timur industri yang masih di bawah kendali Ukraina.

Kini kota tersebut harus berantakan terkena rudal Rusia.

Di laman Kyiv Post Selasa 19 Juli 2022,  digambarkan jika pasukan Rusia juga melancarkan serangan udara di dekat Esman, Wilayah Sumy.


Pasukan Rusia juga dilaporkan melakukan pengintaian udara dan menembaki posisi pasukan Ukraina di Wilayah Chernihiv dan Wilayah Sumy dengan artileri.

Di arah Kharkiv, pasukan Rusia berusaha mempertahankan perbatasan yang direbut.


Rusia menembaki pemukiman seperti Petrivka, Ridne, Sosnivka, Slatyne, Pryshyb, Ruski Tyshky, Pytomnyk, Verkhnii Saltiv, dan lainnya.

Pasukan Rusia juga memanfaatkan pengintaian udara dengan kendaraan udara tak berawak (UAV) Orlan-10.


Menurut laporan media itu Di arah Slowakia, Rusia menggunakan mortir, meriam, dan artileri roket untuk melepaskan tembakan di dekat pemukiman warga seperti Dibrovne, Mykilske, Podolivka, Mazanivka, Adamivka, Chepil, Krasnopillia, dan Kurulka.

Dengan meriam dan artileri roket, pasukan Rusia menembaki infrastruktur sipil dan militer di dekat Zakitne serta wilayah lainnya.

Rusia juga melakukan operasi penyerangan di dekat Ivano-Darivka tetapi tidak berhasil.

Sebagian Artikel Ini Diolah dari Tribunnews.com

Baca Artikel Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: UPDATE Perang Ukraina, Serangan Rusia Targetkan Hancurkan Senjata Bantuan AS

Baca juga: Ukraina Dihujani Rudal Rusia, Kota Industri Kramatorsk Penuh Asap dan Api

Baca juga: Kesedihan Presiden Ukraina, Warganya Tewas Dihantam Rudal Rusia di Kota Budaya Vinnytsia

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved