Perang Rusia Ukraina

Pantas NATO Cemas, Senjata yang Dikirim ke Ukraina Justru Dijual di Pasar Gelap

Artikel ini membahas soal niat NATO bantu Ukraina justru menimpulkan dampak perdagangan senjata ilegal.

Editor: Heri Prihartono
Wikimedia/US Marine
Satu di antara bantuan AS adalah Howitzer M77 digunakan Ukraina untuk menghancurkan tank lapis baja Rusia 

 

TRIBUNJAMBI.COM - Niat NATO bantu Ukraina justru menimbulkan adanya dugaan  perdagangan senjata ilegal.

Senjata yang dikirim NATO ke Ukraina justru diduga  masuk dalam perdagangan senjata ilegal.

Kasus  dugaan perdagangan senjata ilegal membuat NATO mulai khawatir.

NATO mulai khawatir dengan senjata untuk Ukraina yang justru digunakan untuk kegiatan yang bukan semestinya.

Menurut laporan Financial Times pihak Barat akan membuat mekanisme pelacakan khusus untuk mencoba dan mencegah senjata berakhir di pasar gelap Eropa, tambah surat kabar itu.

AS dan sekutunya di Eropa dan di tempat lain telah menjanjikan lebih dari $10 miliar bantuan militer ke Kiev. Pengiriman tersebut termasuk sejumlah senjata ringan, serta rudal anti-tank dan anti-udara portabel.


“Semua senjata ini mendarat di Polandia selatan, dikirim ke perbatasan dan kemudian dibagi menjadi beberapa kendaraan untuk dilintasi: truk, van, kadang-kadang mobil pribadi,” kata seorang pejabat Barat yang tidak disebutkan namanya kepada Financial Times.

Uni Eropa dan NATO menginginkan Kiev menyimpan daftar inventaris terperinci untuk semua senjata yang diterimanya.

“Sejak saat itu kami tidak mengetahui lokasi mereka dan kami tidak tahu ke mana barang itu pergi, di mana mereka digunakan atau bahkan jika senjata itu tinggal di negara itu,” pejabat itu menambahkan.
Menurut Europol, badan penegak hukum Uni Eropa, beberapa senjata mungkin telah hilang meninggalkan Ukraina dan ditemukan kembali di Eropa.
mengikuti senjata.

Rusia Bombardir Donbas

Serangan  Rusia ke Ukraina masih berjalan menyebabkan Ukraina harus memperkuat pertahanan mereka.

Ukraina meminta  warga segera tinggalkan Donbass hingga serangan Rusia terus berdatangan.

Rusia semakin beringas menggempur wilayah timur Ukraina, terutama Donbas.

Halaman
12
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved