Berita Muarojambi

Harga Pakan Terus Naik, Petani Kurangi Produksi Ikan di Muaro Jambi

Petani ikan di Kabupaten Muaro Jambi mengurangi produksi ikan. Hal itu dikarenakan tingginya biaya produksi.

Penulis: Muzakkir | Editor: Suci Rahayu PK
Tribunjambi/Ade Setyawati
Penjual ikan di Pasar Angso Duo 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Petani ikan di Kabupaten Muaro Jambi mengurangi produksi ikan. Hal itu dikarenakan tingginya biaya produksi.

Saat ini biaya produksi perkilogramnya sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000. Idealnya harga jualnya bisa Rp 16 ribu per kilogramnya.

Bujang, satu diantara puluhan petani ikan di Muaro Jambi menyebut saat ini dirinya memang sengaja mengurangi produksi ikan.

"Biasanya 10 kolam, kini tinggal tujuh kolam," kata Bujang.

Harga ikan dipasaran saat ini masih melambung tinggi. Bahkan sebelumnya mencapai Rp 36 ribu perkilogram. Normalnya harga ini dikisahkan Rp 25 ribu perkilogram.

Selain mahal, ikan air tawar jenis nila ini juga sulit dicari. Petani ikan enggan menjualnya karena belum ada harga yang cocok untuk menutupi biaya produksi.

"Sebenarnya berapapun permintaan pasar, bisa kami penuhi. Tapi saat ini biaya produksi tinggi. Mau jual tinggi, orang tidak mau beli," katanya lagi.

"Jadi kami ini serba salah," lanjutnya.

Produksi ikan di Kabupaten Muara Jambi menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Baca juga: Produksi Ikan di Muaro Jambi Menurun hingga 7 Ton dalam Setahun

Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit di Jambi Periode 15-21 Juli 2022, Masih Alami Penurunan

Jika sebelumnya terproduksi 35 ribu ton pertahun, tahun ini diprediksi hanya produksi sekitar 28 ribu ton saja. Artinya ada penurunan sekitar 7 ribu ton.

Kadis Perikanan dan Kelautan Muaro Jambi, Paruhuman Lubis menyebut jika penurunan produksi ini dikarenakan tingginya biaya produksi dibandingkan hasil yang didapat.

"Harga pakan setiap bulan selalu naik. Jadi tidak tertutupi biaya produksi dengan hasil," kata Lubis.

Saat ini biaya produksi sekitar Rp14.000 sampai Rp15.000, idealnya harga jualnya bisa Rp 16 ribu per kilogramnya.

Akibat kenaikan harga pakan, petani mengurangi produksi sebab jika diteruskan dalam kondisi yang kurang sehat ini, bisa-bisa petani gulung tikar.

"Sekarang produksi kita hanya 28 ribu ton pertahun. Sebelumnya mencapai 35 ribu ton," kata Lubis.

Kenaikan harga pakan ini memang bertahap, namun hampir setiap bulannya selalu naik. Sementara harga produksi ikan tetap dan tidak ada kenaikan. Makanya terjadi kelangkaan ikan nila yang menyebabkan harga menjadi naik.

"Tapi Muaro Jambi masih tetap penyuplai ikan terbesar di Jambi," kata Lubis lagi. (Tribunjambi.com/Muzakkir)

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit di Jambi Periode 15-21 Juli 2022, Masih Alami Penurunan

Baca juga: Produksi Ikan di Muaro Jambi Menurun hingga 7 Ton dalam Setahun

Baca juga: Ketua KIP Indra Lesmana yang Baru Dilantik Masuk 77 Peserta Seleksi Bawaslu Provinsi Jambi

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved