Berita Muaro Jambi

Tagih Hutang ke PT PAL yang Bangkrut, Sejumlah Suplayer Blokir Gerbang Perusahaan

Khairul, satu di antara suplayer yang melakukan aksi demo menyebut jika para suplayer sangat dirugikan sekali akibat ulah perusahaan tersebut.

Penulis: Muzakkir | Editor: Deni Satria Budi
Tagih Hutang ke PT PAL yang Bangkrut, Sejumlah Suplayer Blokir Gerbang Perusahaan
Tribunjambi.com/Muzakkir
Sejumlah supleyer yang merasa dirugikan melakukan orasi, Kamis (7/7/2022)

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Belasan orang petani dan suplayer mendatangi kantor PT PAL yang beroperasi di Desa Petaling, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi, Kamis (7/7/2022), dengan menggelar orasi. Aksi tersebut dilakukan oleh suplayer Tandan Buah Segar (TBS) yang merasa dirugikan oleh pihak perusahaan.

Khairul, satu di antara suplayer yang melakukan aksi demo menyebut jika para suplayer sangat dirugikan sekali akibat ulah perusahaan tersebut. Mereka mengaku telah rugi hingga Rp1,3 miliar lebih.

"Ada sembilan orang suplayer yang dirugikan," kata Khairul.

Menurutnya, masing-masing suplayer rugi mulai dari Rp6 juta hingga Rp700 jutaan rupiah lebih.

Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit di Tanjung Jabung Timur Hanya Rp 500 per Kg

Informasi yang dihimpun, suplayer dan perusahaan telah menjalin kerjasama sejak 2018 silam. Mereka menyuplai buah segar kepada perusahaan secara rutin. Setelah sekian banyak buah disuplay, namun pihak perusahaan belum juga membayar uang mereka.

"Awalnya lancar, setelah beberapa bulan, akhirnya mandeg hingga hingga sekarang," bebernya lagi.

Seiring waktu berjalan, akhirnya perusahaan tersebut tutup. Pemilik perusahaan habis bayar hutang di bank. Dan perusahaan diambil alih oleh pengusaha lain dan beroperasi hingga saat ini.

Sejak perusahaan tutup, ada beberapa perusahaan yang mengambil alih perusahaan tersebut. Namun karena banyaknya hutang perusahaan tersebut, maka mereka angkat kaki. Dan sekarang ada perusahaan baru yang memberanikan diri untuk mengelola perusahaan tersebut, yaitu PT MMJ.

Sesuai dengan perjanjian, apabila perusahaan hendak beroperasi, maka mereka harus membayar dulu hutang-hutang kepada suplayer.

Baca juga: Stok CPO Menumpuk di Pabrik Bikin Harga Tandan Buah Segar Kembali Turun

"Perjanjian di atas materai ditandatangani seluruh yang berkepentingan di perusahaan itu," jelasnya.

Dalam perjanjian itu, apabila perusahaan penerus tidak membayar hutang para suplayer, maka suplayer dan petani berhak menutup akses jalan ke perusahaan tersebut.

"Dalam perjanjian, pembayaran dilakukan pada tanggal 4 Juli 2022, namun hingga kini belum juga dibayarkan. Kami menuntut itu. Kembalikan hak kami, bayar hutang kami," tegasnya.

Kata Khairul, sebelumnya perwakilan sudah melakukan pertemuan dengan management perusahaan penerus yaitu PT MMJ. Dalam pertemuan itu mereka berjanji akan membayar hutang namun hingga kini belum juga dibayarkan.

"Kita tidak mau tawar menawar lagi. Kita minta uang kita dibayar," ujarnya.

Baca juga: Danau Arang-arang di Kumpeh, Muarojambi, Berpotensi Jadi Tempat Budidaya Ikan, Ini Kata Anggota DPRD

Setelah beberapa menit melakukan orasi di depan gerbang perusahaan, akhirnya beberapa perwakilan suplayer bertemu dengan pihak management perusahaan.

Manager PT MMJ yang mengambil alih PT PAL, Ginting, dalam pertemuan tersebut mengakui jika perusahaan sebelumnya memiliki hutang dengan para suplayer. Katanya, mereka tidak bermaksud untuk tidak membayar hutang tersebut, namun saat ini kondisi perusahaan belum stabil.

"Hutang itu tetap akan kita bayar," kata Ginting.

Setelah melakukan perundingan secara alot dan dikawal oleh Kapolsek Sungai Gelam AKP Chandra dan beberapa personelnya, akhirnya pihak perusahaan membayar hutang secara dicicil dengan DP awal Rp20 juta dan sisanya diangsur setiap hari sebesar Rp10 juta perhari.

Selama negosiasi berjalan, sesuai dengan perjanjian dengan pihak sebelumnya, para suplayer menutup terlebih dahulu pintu masuk perusahaan tersebut. (Tribunjambi.com/Muzakkir)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved