Terbukti Pangkas Dana Covid-19, Letkol Dodiek Wardoyo Dipecat dari TNI dan di Penjara

Letnan Kolonel (Letkol) Inf Dodiek Wardoyo terjerat kasus pemotongan dana Covid-19. Selain kasus itu, dia juga terbukti memangkas dana kalori prajuri

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Komandan Yonif Raider Khusus 136/TS, Letkol Inf Dodiek Wardoyo, saat memberi arahan dan penekanan pada seluruh prajurit, di Lapangan Hang Tuah Yonif Raider Khusus 136/TS, Sabtu (15/8/2020) lalu 

TRIBUNJAMBI.COM - Mantan Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) Raider Khusus 136/Tuah Sakti, Batam, Kepulauan Riau Letnan Kolonel (Letkol) Inf Dodiek Wardoyo dipecat dan dipenjara selama satu tahun enam bulan.

Letnan Kolonel (Letkol) Inf Dodiek Wardoyo terjerat kasus pemotongan dana Covid-19.

Selain kasus itu, dia juga terbukti memangkas dana kalori prajurit dan mengabaikan perintah dinas untuk netral dan tidak terlibat politik.

Pemecatan dari TNi dan penjara dijatuhkan di Pengadilan Militer Tinggi 1 Medan.

Adapun Oditur Militer: Kolonel Laut (KH/W) Toho Nirmawati Hutabarat, S.H.

Sedangkan Majelis Hakim Ketua Kolonel Sus Immanuel P. Simanjuntak, Hakim Anggota I Agus B Surbakti dan Hakim Anggota II Arwin Makal.

Atas segala pertimbangannya, Pengadilan Militer Tinggi I Medan menyatakan Letkol Dodiek terbukti secara sah menyalahgunakan kekuasaan dan tidak menaati perintah dinas.

Pengadilan Militer Tinggi I Medan juga memutuskan Dodiek dipenjara selama satu tahun enam bulan dan dipecat dari dinas militer.

Dasar hukum keputusan tersebut berdasarkan Pasal 126 KUHPM jo Pasal 103 KUHPM, jo Pasal 26 KUHPM jo Pasal 190 Ayat 1 jo Ayat 2 jo Ayat 4 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer dan ketentuan perundang-undangan lain yang bersangkutan.

Dikutip dari hasil putusan Dilmilti I Medan Nomor 22-K/PMT-I/AD/X/2021, Yonif RK 136/TS memperoleh dana untuk kegiatan penanganan Gakplin Covid-19 di kota Batam, Kepulauan Riau, sebesar Rp 2.005.759.000.

Baca juga: Booking Fee Hanya Rp 500 Ribu, Sinsen Open Indent New Honda ADV160

Baca juga: Fadhil Arief dan Kepala Perpusnas RI Resmikan Gedung Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Batanghari

Dana itu diberikan untuk pelaksanaan operasi penanganan Covid-19 dan pendisiplinan prokes di wilayah Provinsi Kepulauan Riau mulau Juli 2020 hingga Desember 2020.

Dana sebesar Rp 2 miliar tersebut kemudian dipotong dana taktis Danyon senilai Rp 100 juta lebih. Sehingga sisa dana yang harus didistribusikan kepada personel Yonif RK 136/TS ialah Rp 1,9 miliar.

Dari hasil penyelidikan tim Pusintelad, ternyata Dodiek tidak menyerahkan seluruhnya uang tersebut untuk anak buahnya.

Dana yang disalurkan kepada personel hanya sejumlah Rp 200 juta pada Februari 2021. Sehingga masih ada sisa dana yang dipegang terdakwa sejumlah Rp 1,7 miliar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved