Pernikahan Dini Jadi Penyebab Kasus Stunting di Jambi Tinggi

Angka stunting di Provinsi Jambi saat ini terbilang cukup tinggi yaitu berada di 24 persen, dan berada di urutan 27 dari 34 Provinsi.

Penulis: Danang Noprianto | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Danang
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Ferry Kusnadi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Angka stunting di Provinsi Jambi saat ini terbilang cukup tinggi yaitu berada di 24 persen, dan berada di urutan 27 dari 34 Provinsi.

Ini menjadi tugas berat Dinas Kesehatan Provinsi Jambi untuk menurunkan angka stunting sesuai dengan target nasional yaitu sebesar 14 persen.

"Sekarang Jambi posisi 27 dengan 24 persen, itu kita harapkan turun sampai ke 14 persen sesuai target nasional," kata Kepala Dinas Kesehatan, dr. Ferry Kusnadi, Minggu (3/7/2022).

Ia menyebutkan ada beberapa faktor yang menyebabkan angka stunting di Jambi tinggi. Salah satunya di angka pernikahan di daerah antara usia 18 tahun atau bahkan 15, 16 tahun, itu yang jadi permasalahan, karena secara fisiologi anatominya belum siap.

"Terkadang menikah di usia dini itu bisa menjadi sebab juga stunting, menurut aturan pemerintah sekarang 21 tahun untuk wanita menikah dan 25 tahun untuk pria menikah," ucapnya.

Kemudian yang kedua sesudah menikah persiapan hamil tidak dilaksanakan, sehingga sering terjadi masih ada sakit penyakit TBC atau penyakit yang lain.

"Itu menyebabkan untuk dia menjadi ibu itu juga jauh berkurang, dan menyebabkan sunting juga," ungkapnya.

Baca juga: 117 Posyandu di Kota Jambi Akan Terima Bantuan Fasilitas, Penting Cegah Stunting

Dan untuk mengurangi angka stunting tersebut dikatakan dr Ferry Kusnadi Pencegahan stunting dilakukan dengan berbagai cara.

"Pertama pola asuh, kedua pola gizi, yang ketiga dari kesehatan masyarakat, mulai juga dari bagaimana caranya orang itu mempersiapkan untuk kehamilan dan persiapan untuk pernikahan, kita sebut juga pasangan usia subur, kadar hemoglobin darahnya, terus apakah ada penyakit atau tidak, kemudian persiapan-persiapan apakah secara anatomisnya dia sudah mampu melahirkan atau tidak," jelasnya.

Kemudian yang kedua persiapan sewaktu hamil, atau 1000 hari pertama kehidupan, sembilan bulan 10 hari dalam kandungan dan 2 tahun di luar kandungan, disebut juga batita (bayi tiga tahun).

"Jadikan fokus kita pemberian makanan, terus pemberian vitamin dan pemeriksaan terhadap kesehatan, itu menjadi sangat penting," ucapnya.

Kemudian setelah lahir maka akan dilihat lagi, bagaimana pemberian ASI eksklusifnya, makanannya, yang paling penting lagi pola gizi, pola gizi dari makanan anak-anak di bawah 3 tahun harus benar-benar baik, kalau tidak maka akan terjadi stunting juga.

Baca juga: Komitmen Bersama Pemkot Jambi, OPD dan Semua Sektor dalam Penanggulangan Stunting

"Dari 3 sampai 5 tahun juga sama, apakah ada nanti penyakit menurun yang lain, penyakit menular kecacingan, kemudian juga makanan makanan tambahan dan di atas 5 tahun sampai ke-12 tahun atau 11 tahun untuk mata Itu juga harapan kita juga dicek juga. Apakah ada kekancingan atau tidak atau penyakit-penyakit yang lain juga ada atau tidak," jelasnya lagi.

dr Ferry menyebut semuanya harus berperan dalam pencegahan tersebut, baik pemerintah daerah, kemudian juga lingkungannya juga harus dilihat, pola makannya dilihat, kesehatannya juga harus dilihat, juga untuk vitamin juga harus dilihat. 

Untuk melaksanakan edukasi tersbut Dinas Kesehatan pada APBD Perubahan nanti berencana akan melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk melakukan edukasi pola-pola pencegahan diatas.

Kemudian lanjut untuk melaksanakan program pencegahan terjadinya anemia, dan yang terakhir semua akan di evaluasi.

Baca juga: Pemkab Tanjabbar Juara 1 Penurunan Angka Stunting se-Provinsi Jambi

Perlu diketahui Sunting merupakan kondisi gagal tumbuh anak sesuai dengan usianya atau kerdil, ada dua dampaknya, yakni gagal pertumbuhan, dengan gagal perkembangan otak.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved