Berita Nasional

Hasto Kristiyanto Pamer Kedekatan Megawati dan Cak Imin, Sinyal Koalisi PDIP dan PKB?

Koalisi PDIP dan PKB bakal terbentuk jelang Pilpres 2024? Hasto Kristiyanto pamer kedekatan Megawati dan Cak Imin

Editor: Suci Rahayu PK
Sumber: YouTube BRIN
Megawati Soekarnoputri. Hasto Kristitanto pamerkedekatan Megawati dengan Cak Imin 

TRIBUNJAMBI.COM - Jelang Pilpres 2024, sinyal partai politik berkoalisi makin terlihat. Termasuk PDIP dan PKB.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto pamer kedekatan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dengan Megawati Soekarnoputri.

Ini seolah menjadi sinyal jika PDIP akan berkoalisi dengan PKB di Pilpres 2024.

Hasto Kristiyanto menilai Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu sosoknya sangat cair.

"Jadi ya Cak Imin itu cair orangnya ya. Dia bertemu dengan Bu Mega karena beliau dekat dengan Bu Mega," kata Hasto di sela-sela Rakernas II PDIP di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Menurut Hasto Kristiyanto, Cak Imin juga sempat guyonan dengan Megawati saat bertemu.

"Ya kalau Cak Imin ini memang kita ketemu dengan Bu Mega kemarin juga dialog-dialog itu lucu," ujarnya.

Bahkan, Cak Imin sempat menanyakan tongkat pusaka yang dibawa Presiden Ke-5 Republik Indonesia itu.

"Jadi sambil menanyakan ibu kan membawa tongkat pusaka, ini dari mana ini, unik ini dan terjadilah dialog tentang tongkat Bu Mega itu," ungkap Hasto Kristiyanto.

Hasto juga mengatakan, partainya memilih melakukan kerja sama antar partai politik dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Sebab menurut Hasto, ketika koalisi dibentuk maka kalkulasinya hanya jabatan-jabatan.

"Koalisi itu dibentuk pasti kalkulasinya adalah jabatan-jabatan," kata Hasto.

Hasto menjelaskan, dalam sistem pemerintahan presidensil dan demokrasi Pancasila yang dikenal adalah kerja sama antar partai politik.

Baca juga: Kronologi Susi Air Jatuh di Timika Saat Terbang Menuju Doema, Susi Pudjiastuti: Mohon Doanya

Baca juga: Wacana Penghapusan Tenaga Honorer, Dinas Pendidikan Sarolangun Harapkan Ada Solusi Lain

Lebih lanjut, Hasto menuturkan, di dalam sistem presidensil yang adalah kesadaran terhadap pemimpin untuk membawa kemajuan Indonesia.

"Sehingga bukan kalkulasi berapa jumlah menterinya, karena itulah meskipun PDIP sebagai partai pengusung terbesar pemerintahan Pak Jokowi dari sisi kursinya yang dikedepankan PDIP pada saat itu adalah suatu semangat membawa spirit gotong royong," ungkap Hasto.

"Jadi kesadaran untuk membawa kemajuan Indonesia raya dengan dipimpin oleh sosok presiden itu bagian dari kultur politik kita berbeda dengan koalisi dalam sistem parlementer," sambung Hasto Kristiyanto.

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: Pencuri Sapi di Kota Jambi Juga Racuni Anjing dan Monyet Peliharaan Korban untuk Lancarkan Aksinya

Baca juga: Lima Tersangka Perdagangan 1,6 Kg Emas Ilegal di Jambi Siap Jalani Persidangan

Baca juga: Sekda Provinsi Jambi akan Lakukan Pemberhentian Sementara ASN yang Ditahan Kejari Tebo

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved