Kasus Pernikahan Sesama Jenis

Pelaku Pernikahan Sesama Jenis di Kota Jambi Hari Ini Kembali di Sidang Kasus Penipuan

Erayani alias Ahnaf Arrafif, yang terlibat pernikahan sesama jenis di Kota Jambi kembali menjalani persidangan kasus penipuan identitas

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Rahimin
tribunjambi/dedi nurdin
Kantor Pengadilan Negeri Jambi. Erayani yang menikah sesama jenis akan menjalani sidang kasus penipuan di Pengadilan Negeri Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Persidangan kasus penipuan gelar akademik dan profesi dokter oleh Erayani alias Ahnaf Arrafif, yang terlibat pernikahan sesama jenis di Kota Jambi dilanjutkan hari ini, Selasa (21/6/2022).

Diketahui, Erayani sudah melakukan pernikahan sesama jenis dengan korban.

Di mana, pernikahan sesama jenis itu baru diketahui setelah 10 bulan menikah.

Kini, diketahuinya pernikahan sesama jenis berawal dari kasus perkara penipuan dengan nomor  265/Pid.Sus/2022/PN Jmb terkait penipuan gelar akademik dan profesi dokter disidangkan hari ini.

Sidang tersebut direncanakan akan berlangsung di Ruang Sidang Cakra II Pengadilan Negeri Jambi.

Baca juga: 10 Bulan Menikah dengan Sesama Jenis hingga Berhubungan Badan, Korban: Mata Saya Ditutup

Seperri diberitakan sebelumnya, Mawar perempuan warga Kota Jambi menjadi korban pernikahan sesama jenis.

Korban menikah siri bersama Erayani, warga Lahat, Sumatera Selatan, yang mengaku pria dan berprofesi sebagai dokter.

Mawar mengenal pelaku penipuan ini melalui media sosial pada akhir bulan Mei 2021.

Mawar melihat foto profil pelaku menggunakan pakaian selayaknya dokter, sehingga ia mau berkenalan.

Singkat cerita, korban dan pelaku melangsung pernikahan siri pada tanggal 18 Juli tahun 2021, walaupun terkesan dadakan. 

Sekitar dua bulan usai prosesi pernikahan siri itu, ibu korban menaruh curiga kepada pelaku.

Namun, korban tetap percaya bahwa suaminya adalah laki-laki yang berprofesi sebagai dokter. Bahkan, sempat merawatnya dengan menggunakan botol infus.

Tidak hanya itu, pelaku sebelumnya juga berjanji akan mengurus pengobatan ayahnya korban yang mengidap penyakit stroke. 

Karenanya, keluarga Mawar memberikan uang berkali-kali kepada pelaku sampai menjual barang, yang totalnya mencapai Rp 300 juta.

Saat dibawa ke Polresta Jambi, pelaku masih bersikeras dia adalah pria dan tidak mengakui sudah menikah sesama jenis.

Akhirnya identitasnya terungkap, dan kasus ini sampai ke pengadilan hingga terbongkarlah kasus pernikahan sesama jenis.

Baca juga: Kasus Pernikahan Sesama Jenis di Jambi, Ibu Korban Tak Terima Anaknya Disebut Lesbian

Baca juga: Wanita Penipu Kasus Nikah Sesama Jenis di Kota Jambi Berburu Korban di Aplikasi Tantan

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved