Berita Jambi
617 Sapi Terinfeksi PMK di Jambi, 250 Dinyatakan Sembuh
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Provinsi Jambi Ahmad Mausul mengatakan 617 ternak tersebut terdapat di 8 kabupaten/kota
Penulis: Danang Noprianto | Editor: Suci Rahayu PK
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Provinsi Jambi mencatat kasus hewan ternak yang tertular Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Jambi pertanggal 19 Juni sebanyak 617 ternak.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan Provinsi Jambi Ahmad Mausul mengatakan 617 ternak tersebut terdapat di 8 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Batanghari, Kerinci, Kota Jambi, Muarojambi, Sarolangun, Kota Sungai Penuh, Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur.
"Dari 617 yang sakit, sudah ada 250 ekor yang sembuh atau 29 persen, kemudian mati 1 ekor dan potong bersyarat atau potong paksa sebanyak 12 ekor, sehingga sisa kasus atau sisa jumlah yang sakit 354 ekor," jelasnya, Senin (20/6/2022).
Ia mengatakan jumlah ini masih tergolong kecil, hanya 0,03 persen dari jumlah keseluruhan populasi di Provinsi Jambi.
Sedangkan untuk penularannya dideteksi dari Provinsi Lampung.
Pada dasarnya, dikatakan Ahmad Mausil PMK ini tidak menyebabkan kematian, tetapi kalau lambat ditangani akan menyebarluas dan akan menyebabkan kematian kalau tidak diobati.
Sehingga untuk proses penyembuhannya, ternak diberikan obat untuk PMK, juga diberikan vitamin.
• HMI Group Memperkenalkan CT Scanner Lanjutan Sebagai Revolusi Diagnostik
Baca juga: Perampok Bersenpi Rakitan Beraksi di Sungai Bahar Muarojambi, Polisi Buru Pelaku
Namun saat ini persediaan obat menipis baik di provinsi maupun kabupaten.
Tetapi Provinsi Jambi tidak tergantung dengan pusat, sehingga segera untuk mengajukan belanja tidak terduga dan dipenuhi oleh TAPD untuk pemenuhan obat-obatan, dan menganggarkan sebanyak Rp 550 juta.
"Alhamdulillah dari dana belanja tidak terduga kita sudah ada, nanti kita tinggal mengklik melalui e-katalog untuk pengadaan obat-obatan dan vitamin kita perbantukan untuk kabupaten/kota," ucapnya.
Terakhir untuk vaksinasi dikatakan Ahmad Mausil itu adalah kewenangan pusat, provinsi masih menunggu, karena sepertinya baru diberikan untuk daerah Jawa Timur, difokuskan karena bermula dari wilayah tersebut. (Tribunjambi.com/Danang Noprianto)
Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News
Baca juga: Ganjar Pranowo Menunggu Restu Megawati Jadi Calon Presiden, Pengamat Sarankan Ini
Baca juga: Nassar Gigit Jari! Desy Ratnasari Tegas Pilih Sosok Ini Ketimbang Duda Muzdalifah: Dia Handal
Baca juga: 11 Tahun Diburu Polisi Pembunuh Pedagang Ikan Pasar Angso Duo Akhirnya Berhasil Ditangkap