Cerita Rohman, Driver Ojol Bertahan saat Covid-19, Anak Putus Sekolah Tak Mampu Biayai

Kebijakan Work From Home (WFH) yang diterapkan oleh pemerintah sejak meluasnya wabah virus corona di Indonesia dua tahun belakangan, sangat berdampak

Tribunjambi.com/Rara Khushshoh Azzahro
Rohman, Driver Ojol di Jambi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kebijakan Work From Home (WFH) yang diterapkan oleh pemerintah sejak meluasnya wabah virus corona di Indonesia dua tahun belakangan, sangat berdampak pada mereka yang berpenghasilan harian.

Langkah yang dilalui para pekerja harian yang ada di Jambi pun bermacam-macam.

Salah satunya Rohman (43), seorang kernet mobil yang terpaksa beralih profesi untuk mencari penghidupan.

Rohman memiliki tanggungan empat orang anak yang tinggal di sebuah gubuk kecil peninggalan orangtuanya, yang berukuran 4x8m di Jalan Sultan Agung Kelurahan Lebak Bandung, Jelutung, Kota Jambi.

Rohman juga tidak memiliki pendidikan yang tinggi. Kondisi ekonomi yang sering tersendat membuat salah satu putra Rohman pada akhirnya putus sekolah.

Karena kondisi ekonomi yang sulit, dia kesulitan menyokong pembayaran hingga kebutuhan pendidikan anaknya.

Lika-liku perjuangan Rohman dalam mencari nafkah tidaklah mudah.

Menghidupi seorang istri dan empat orang anak dengan sekuat kemampuan dirinya.

Sejak mengenal Grab, Rohman mengadu nasibnya menjadi seorang driver online.

Pendapatan yang seadanya ini membuatnya selalu bersyukur di tengah kondisi ketebatasan yang dijalaninya.

Baca juga: Begini Cara Disparpora Sarolangun Penuhi Target PAD

Baca juga: BREAKING NEWS Ismail Ibrohim Ditahan Kejari Tebo, Kasus Jalan Padang Lamo

Rasa syukur itu pun selalu tercermin di setiap langkah Rohman, ia memiliki jiwa dermawan yang sangat tinggi diantara rekan seperjuangannya walaupun keterbatasan yang ia miliki saat ini.

Rohman sering kali menjadi salah satu garda terdepan di setiap situasi emergency yang menghampirinya, berusaha terus membantu rekan yang kesulitan.

“Saya tahu bagaimana rasanya tidak bisa makan karena tidak ada uang. Oleh karenanya saya mencoba untuk menyisihkan sebagian uang saya untuk bisa berbagi walaupun dengan kondisi yang terbatas.” ujar Rohman.

Keterbatasan yang dihadapi Pak Rohman bukanlah menjadi sebuah penghambat dirinya dalam berbagi dan membantu sesama.

Jiwa besar kedermawanan serta rasa kepedulian kepada orang-orang sekitar patut menjadi eladan bagi kita bahwa kita harus lebih banyak bersyukur di tengah kondisi apapun.

Ia selalu mendedikasikan tenaga dan pikirannya untuk bisa membantu saudara yang kesulitan walaupun tidak dipungkiri bahwa beliau pun dalam keadaan sulit.

Banyak hal yang dilakukan beliau dalam menomorsatukan kepedulian kepada lingkungan sekitar. Beliau rela tidak mendapat orderan penumpang hanya demi menolong orang lain yang membutuhkan bantuannya.

“Walaupun dengan profesi saya yang hanya sebagai ojol, namun tidak menyurutkan kontribusi saya untuk bisa berbagi dan membantu sesama. Sering kali di perjalanan menemukan situasi emergency kecelakaan atau ada yang meninggal saya bergegas menertibkan maupun membuka jalan agar kiranya saudara yang tertimpa musibah bisa segera tertangani.” ucap Rohman sambil menundukkan kepala. (TribunJambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Simak berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

Baca juga: LOKASI Kunjungan Wakil Presiden Maruf Amin di Kota Jambi

Baca juga: Wanita Muda di Kota Jambi Tertipu, Ternyata Menikah Dengan Sesama Jenis yang Ngaku Dokter

Baca juga: Jokowi Bakal Beri Posisi Menteri Ini Untuk Zulkifli Hasan dan Marsekal Hadi Tjahjanto

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved