Berita Sungai Penuh

Warga Kumun Debai Sungai Penuh Tutup Lokasi Pembuangan Sampah

Tokoh masyarakat (Tomas) Kumun Debai, memberikan batas waktu akhir kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh, sampai 31 Mei 2022 lalu, untuk tidak membuang

Penulis: Herupitra | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
ist
Warga Kumun Debai Sungai Penuh Tutup Lokasi Pembuangan Sampah 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Tokoh masyarakat (Tomas) Kumun Debai, memberikan batas waktu akhir kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh, sampai 31 Mei 2022 lalu, untuk tidak membuang sampah di TPA sementara di Renah Kayu Embun, kecamatan Kumun Debai, Sungai Penuh.

Akhirnya pada, Rabu (01/06) Tomas Kumun Debai bersama peladang setempat menutup jalan menuju TPA Sementara di Renah Kayu Embun, dengan memasang spanduk dan berjaga-djaga di jalan menuju ke lokasi pembuangan sampah tersebut.

Ferry Siswadhi, Tokoh Masyarakat saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya telah memberikan kesempatan Pemkot Sungai Penuh untuk mencari tempat lain untuk membuang sampah selain Renah Kayu Embun.

"Waktu telah diberikan kepada Pemkot Sungai Penuh. Kita berharap hal ini bisa dilaksanakan secara konsisten Pemkot Sungai Penuh. Lokasi Pembuangan Sampah Ilegal di RKE ditutup sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya.

Bahkan pihaknya pun tetap melakukan pemantauan dan pengawasan di TPS sementara di RKE. "Selama pemantauan dan pengawasan kami sampai jam 21.24 wib ini tidak ada pembuangan sampah ke lokasi RKE," tambahnya.

Namun, Pasca TPS sementara Renah Kayu Embun ditutup dan di blokir oleh Masyarakat Kumun Debai, Pemkot Sungai Penuh membuang sampah ke TPST KM 14 Puncak.

Hal tersebut menuai reaksi dari Masyarakat Empat Desa Belui, kecamatan Depati VII. Sebab lokasi TPST KM 14 dimasa kepemimpinan AJB disiapkan sebagai tempat pembuangan sampah. Namun, ditolak oleh masyarakat desa Belui, karena dampak terhadap masyarakat.

"Kami Masyarakat Empat desa Belui, menyayangkan tindakan Pemkot Sungai Penuh yang membuang sampah di KM 14, kami menolak keras KM 14 dijadikan tempat pembuangan sampah, penolakan ini dari tahun 2014 lalu," tegas Afrianto tokoh Pemuda Belui.

Hal tersebut diketahui setelah masyarakat Empat Desa Belui menuju ke lokasi TPST pada Kamis siang (02/06), sampai dilokasi ditemukan bekas tumpukan sampah yang telah dibuang pada Kamis (02/06) dini hari.

"Bekas sampah masih ada disini, cuma setelah sampah dibuang langsung ditimbun tanah dengan menggunakan alat berat. Kami sudah menutup jalan menuju ke lokasi TPST," sebutnya.

Masyarakat pun mewarning pihak Pemerintah Kota Sungai Penuh, jika tetap membuang sampah di TPST KM 14, akan terjadi hal tidak diinginkan. "Tidak ada tawar menawar lagi, kalau masih tetap membuang sampah, jangan salahkan kami jika terjadi hal tidak diinginkan," tegas mereka.

Menurutnya, jika KM 14 dijadikan tempat Pembuangan sampah, akan berdampak terhadap masyarakat Belui, apalagi sumber air masyarakat dari puncak KM 14. "Yang jelas kami masyarakat Belui menolak pembuangan sampah di KM 14," ucapnya.

Sementara itu, Plt Kadis Lingkungan Hidup, Wahyu dikonfirmasi melalui ponselnya terkait pembuangan sampah di TPST KM 14 tersebut. Dia enggan berkomentar banyak, dengan alasan sedang rapat bersama Sekda.

"Saya lagi rapat bersama pak Sekda," singkatnya.

Simak berita-berita terbaru Tribunjambi.com melalui Google News

TONTON misteri kematian bocah di Bungo oleh Bujang Tuo pecinta Janda

Baca juga: CRF1100L Africa Twin Adventure Sports Tampil Semakin Bergaya

Baca juga: PPIAUD Indonesia Laksanakan Kegiatan Laporan Program Kerja

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved