Berita Tanjabtim

Masih Terdapat 93.000 Jiwa Belum Lakukan Perekaman KTP

Berita Tanjabtim-Data Dinas Dukcapil Provinsi Jambi, saat ini capaian perekaman dan pencatatan sipil se-Provinsi Jambi masih 96,4 persen...

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Nani Rachmaini
Tribunjambi/Abdullah Usman
Warga tengah mengurus e-KTP di Disdukcapil Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Data Dinas Dukcapil Provinsi Jambi, saat ini capaian perekaman dan pencatatan sipil se-Provinsi Jambi masih 96,4 persen.

Artinya masih terdapat sekitar 3,59 persen (93.600 jiwa) belum melakukan perekaman, Rabu (1/6/2022).

Hal tersebut berpotensi menimbulkan permasalahan pada saat pelaksanaan Pemilu 2024, khususnya dalam penetapan DPT di setiap Dapil di Wilayah Jambi. 

Selain itu, dengan tidak validnya NIK dan KK masyarakat, maka akan menyebabkan terhambatnya urusan administrasi lainnya sehingga masyarakat tidak maksimal dalam mendapatkan pelayanan dari lembaga terkait.

Terkait kondisi tersebut, Kepala Dinas Dukcapil Tanjung Jabung Timur Aruji ketika dikonfirmasi menuturkan, untuk di Kabupaten Tanjung Jabung Timur sendiri dari 11 kabupaten yang ada di Provinsi Jambi, Tanjabtim menjadi peringkat pertama tingginya angka perekaman. 

"Dari total 172,674 jiwa di Tanjabtim, 102.66 persen di antaranya sudah dilakukan perekaman e-KTP. Jumlah tersebut tertinggi dari 11 kabupaten lainnya," ujar Aruji. 

Meski demikian, Aruji tidak memungkiri masih ada sasaran perekam e-KTP yang hingga saat ini belum melakukan perekaman.

Memang ada beberapa sebab dan kendala. 

"Meskipun masih ada yang belum rekam e-KTP, karena beberapa hal di antaranya jarak dan akses. Tetapi kita tetap mengupayakan perekaman tersebut dengan cara jemput bola ke kecamatan," jelas Aruji. 

"Dengan upaya jemput bola tersebut, sebagai salah  satu upaya untuk persiapan data penduduk pada pemilihan tahun 2024 mendatang, " sambungnya. 

Lanjutnya, berbicara terkait kendala, selain akses dan juga geografis juga terkadang persoalan jaringan internet yang lambat dan kerap bermasalah menjadi hambatan petugas.

"Sebut saja seperti di Kecamatan Sadu, Mendahara ilir, Berbak."

"Memang kerap bermasalah soal sinyal maka itu tadi dengan sistem jemput bola sebagai solusinya," jelasnya.

Terkait target perekaman jelang pemilu 2024 mendatang, tentu ada target namun pihaknya tidak menetapkan berapa jumlah target tersebut. 

"Yang jelas, yang belum perekaman itu adalah pemilih pemula yg belum punya KTP,  yang memasuki usia 17 tahun. Itu tadi target kita yang kita lakukan jemput bola ke kecamatan, desa, dan sekolah SLTA," pungkasnya. (usn) 

Simak berita-berita terbaru Tribunjambi.com melalui Google News 

TONTON misteri kematian bocah di Bungo oleh Bujang Tuo pecinta Janda

Baca juga: Cetak KTP 1 Jam di MPP, Ini Beda Layanan Dukcapil Kota Jambi, Eks DPMPTSP dan Mal Pelayanan Publik

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved