CPNS Mengundurkan Diri

Dianggap Merugikan Negara, CPNS Yang Mundur Didenda Dari Rp 25 Juta hingga Rp 100 Juta

Bukan itu saja, kata Satya Pratama, biaya yang harus digelontorkan negara pada saat penerimaan CPNS cukup besar.

Editor: Rahimin
tribunjambi/samsul bahri
Pelaksanaan tes CPNS Muarojambi tahun lalu. Dianggap Merugikan Negara, CPNS Yang Mundur Didenda Dari Rp 25 Juta hingga Rp 100 Juta 

TRIBUNJAMBI.COM - Ratusan calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mengundurkan diri siap-siap untuk menerima sanksi.

Seperti diketahui, ratusan CPNS yang telah dinyatakan lolos seleksi pada tahun 2021, mengundurkan diri

Hal itu dikatakan Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Satya Pratama.

Satya Pratama bilang, alasan para CPNS itu mundur bermacam-macam.

Satya Pratama tak mengungkap secara rinci alasan mundurnya para CPNS tersebut.

"Alasannya macam-macam," katanya dimintai konfirmasi Kompas.com, Kamis (26/5/2022).

Dikatakan Satya Pratama, mundurnya CPNS tesebut telah merugikan pemerintah.

Sebab, formasi instansi yang seharusnya telah terisi, kini menjadi kosong.

Bukan itu saja, kata Satya Pratama, biaya yang harus digelontorkan negara pada saat penerimaan CPNS cukup besar.

Satya Pratama mengatakan, CPNS yang mengundurkan diri akan diberi sanksi.

Sanksi itu sesuai dengan ketentuan pada Pasal 54 ayat (2) Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 27 Tahun 2021.

Di dalam beleid dijelaskan, pelamar yang telah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan mendapat persetujuan NIP, tapi mengundurkan diri, akan disanksi.

"Sanksi yang diberikan yakni tidak boleh melamar pada penerimaan ASN untuk satu periode berikutnya," katanya.

Satya Pratama menjelaskan, sanksi berupa denda di instansi masing-masing.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved