Berita Merangin

Kejari Merangin Tetapkan 2 Tersangka Kebersihan RSUD Kolonel Abunjani, Negara Rugi Ratusan Juta

Berita Merangin-Rugikan negara hingga ratusan juta Rupiah, Kejaksaan Negeri Merangin tetapkan dua orang tersangka..

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Nani Rachmaini
Darwin Sijabat/tribunjambi
Kejari Merangin tetapkan 2 tersangka 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Rugikan negara hingga ratusan juta Rupiah, Kejaksaan Negeri Merangin tetapkan dua orang tersangka terkait pengadaan kebersihan RSUD Kolonel Abunjani Bangko.

Kedua tersangka itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Merangin, Dr Raden Roro Theresia Tri Widorini di Aula Kejari Merangin, Senin (23/5/2022).

Penetapan tersangka tersebut dikatakannya terkait perkara tindak pidana korupsi kegiatan jasa kebersihan kantor RSUD Kolonel Abundjani Bangko, Kabupaten Merangin. 

"Dua orang kita tetapkan sebagai tersangka perkara tindak pidana korupsi kegiatan jasa kebersihan RSUD Kolonel Abunjani Bangko tahun anggaran 2017 sampai dengan tahun 2021," ujarnya. 

Penetapan itu berdasarkan pengembangan penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan kedua orang tersebut. 

Dari penyelidikan yang dilakukan kurang lebih empat bulan tersebut, sehingga pada Senin (23/5/2022) dua orang ditetapkan sebagai tersangka.

"Telah menetapkan dua orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi kegiatan jasa kebersihan kantor RSUD Kolonel Abundjani Bangko," sebut Kajari.

Kedua orang tersebut yakni BS yang diketahui sebagai pengguna anggaran atau Pejabat Pembuat Komitmen dan PY selaku pihak ketiga pelaksana kegiatan. 

"Kedua tersangka tersebut yakni BS selaku PA atau PPK dan PY selaku pihak ketiga pelaksana kegiatan," ungkapnya. 

Dugaan korupsi tersebut ditemukan atas ketidaksesuaian kontrak, ditemukan jumlah tenaga kerja dan jumlah bahan kebersihan tidak sesuai dengan yang tertera didalam montrak.

Sehingga kata Kajari, nilai pembayaran lebih besar dibandingkan nilai pekerjaan yang sebenarnya.

"Jumlah tenaga kerja dan bahan kebersihan tidak sesuai dengan kontrak, jadi terdapat selisih nilai yang seharusnya dibayar negara tapi pelaksanaannya tidak sesuai, nah disitu ada selisih," sebut Arliyansah, Kasi Pidsus menambahkan keterangan Kajari.

Berdasarkan laporan perhitungan kerugian keuangan negara oleh BPKP, perbuatan para tersangka mengakibatkan kerugian keuangan negara.

"Kerugian negara pada dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan belanja jasa kebersihan kantor RSUD Kolonel Abundjani Bangko TA 2017 sampai dengan 2021 sebesar Rp 648.965.614,00," sebut Dr Raden Roro.

Meski dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, Kajari sebut tidak menutup kemungkinan ada oknum lain yang terlibat dalam korupsi itu.

Kepada kedua orang itu disangkakan Pasal 2 subsider Pasal 3 Undang Undang Tindak Pidana Kosupsi. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Simaklah berita-berita terbaru Tribunjambi.com melalui Google News 

TONTON pengendara motor berpapasan dengan macan di tengah jalan

Baca juga: Fajarman Soroti Pengelolaan Geopark Merangin Minta Keseriusan Segenap ASN

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved