Berita Selebritis
Kok Bisa Riri Khasmita Hubungi Kuasa Hukum dari Penjara, Keluarga Nirina Zubir Heran: Imi
Keluarga Nirina Zubir heran dengan terdakwa Riri Khasmita yang bisa menghubungi kuasa hukumnya melalui WhatsApp padahal berada di penjara.
TRIBUNJAMBI.COM - Keluarga Nirina Zubir heran dengan terdakwa Riri Khasmita yang bisa menghubungi kuasa hukumnya melalui WhatsApp padahal berada di penjara.
Untuk diketahui, Riri Khasmita hadir secara daring pada sidang kasus mafia tanah dengan agenda pemeriksaan saksi pelapor dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni keluarga Nirina Zubir, pada Selasa (17/5/2022) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat.
Saat sidang berjalan, Riri Khasmita sempat menghubungi kuasa hukumnya setelah permasalahan koneksi terjadi.
"Maksud kami, kok bisa seseorang yang di dalam rutan menggunakan handphone, menghubungi lawyer yang sedang lagi dalam acara persidangan. Ini yang kami pertanyakan," kata kuasa hukum keluarga Nirina, Ruben Jeffry, saat ditemui di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Rabu (18/5/2022)
Menurut Ruben, Nirina Zubir sebenarnya ingin mengajukan keberatan saat itu, tetapi ditahan olehnya karena korban sudah diwakilkan JPU.
Baca juga: Heboh Aksi Jefri Nichol Cium-cium Pria hingga Dituding Penyuka Sesama Jenis, Sang Artis Klarifikasi
Baca juga: Vicky Prasetyo Unggah Video Lawas Saat Gombali Hilda Vitria, Saat itu Masih Kekasih Billy Syahputra
Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta Malam Ini di RCTI: Tangis Elsa Pecah Saat Kesya Dimakamkan, Andin Jadi Sasaran
"Harusnya JPU yang bertanya ke hakim mengapa terdakwa bisa menghubungi lawyer-nya saat sidang via WhatsApp, kan itu. JPU selama sidang empat jam, enggak ada keberatan, apalagi soal WhatsApp itu," ucap Ruben.
Diketahui, Riri Khasmita dan Edrianto didakwa dengan Pasal 263 ayat (2), Pasal 264 ayat (2), Pasal 362 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pemalsuan Surat dan Pencurian.
Keduanya juga didakwa dengan Pasal 3 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Dalam dakwaan JPU, Ibunda Nirina Zubir, Cut Indria Marzuki, pada 2015 meminta Asisten Rumah Tangga (ART) Riri Khasmita untuk urus enam aset berupa dua sebidang tanah kosong dan empat sebidang tanah berserta bangunan.
Sejak mengetahui banyak aset tanah, timbul niat jahat Riri Khasmita untuk menguasai semua aset dan ia menceritakannya tujuan itu kepada Edrianto.
Kemudian, masih dalam dakwaan JPU, keduanya bertemu notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Jakarta Barat, Farida, untuk berkonsultasi bagaimana cara mendapatkan uang dari enam sertifikat ini.
Atas petunjuk Farida, enam sertifikat ini diserahkan kepadanya untuk dilakukan penerbitan Akta Jual Beli (AJB) sehingga kepemilikan atas nama Riri Khasmita dan Edrianto.
Selanjutnya, keduanya menjual dan menggadaikan ke bank agar mendapatkan uang dengan cepat.
Sebagai informasi, ada dua notaris PPAT Jakarta Barat lain yang terlibat atas kasus ini, yakni Ina Rosiana dan Erwin Riduan.
Dalam kasus ini, keluarga Nirina Zubir ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp 17 miliar.