WAWANCARA EKSKLUSIF Pokoknya Kerja, Bermanfaat untuk Rakyat

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Begitu pula jalan yang ditempuh oleh Gibran Rakabuming Raka. Sukses sebagai pengusaha, dia banting setir masuk

Editor: Tommy Kurniawan
ist
Gibran Rakabuming 

Tapi kemarin kita sudah masuk ke sepuluh besar kota paling toleran. Jadi ya sebenarnya sudah sangat oke. PR nya masih banyak, kita ini cuma kota kecil, penduduknya 500 ribu sekian, tapi kalau pas jam kerja segini bisa sampai 2-2,5 juta. Ini memang kabupaten-kabupaten penyangga ini harus saling komunikasi lah. Karena disini kita nggak punya pertanian, nggak punya perikanan, pertambangan nggak ada. Disini benar-benar murni jasa dan perdagangan. PAD kita kan juga murni dari pajak dan retribusi.

Ada wacana pembentukan Provinsi Solo Raya. Menurut Anda bagaimana?

Masih wacana, kita lihat follow up nya nanti seperti apa.

Apakah menurut Anda, wilayah-wilayah ini sudah selayaknya menjadi provinsi sendiri?

Ya itu nanti keputusannya beliau-beliau yang di pusat saja, saya mengikuti arahan dan petunjuk saja. Tapi memang yang namanya aglomerasi akan lebih solid kalau ada gubernurnya. Jadi semua satu visi misi. Tapi sekarang ini pun dengan bupati se-Solo Raya pun kita kompak semua kok. Nggak masalah. Sekali lagi kabupaten-kabupaten penyangga ini pasti muaranya di Solo. Solo bikin apa, mereka pasti mensupport. Tenang aja, nggak apa-apa. Ya monggo (wacana) itu menggulir. Ini masalah koordinasi saja. Asalkan koordinasinya baik, nggak masalah.

Ada wacana lain bahwa Gubernur nggak perlu ada. Toh otonomi di tingkat kabupaten/kota, ngapain juga ada gubernur, menambah anggaran dan pegawai. Tanggapannya?

Itu keputusannya bukan di saya. Monggo nanti yang di pusat saja. Saya ngikuti arahan dan petunjuk saja.

Banyak orang menyebut Anda punya kans besar untuk memimpin lebih besar. Apa punya pandangan memimpin ke arah sana?

Kalau saya fokus di Solo dulu aja. Saya disini baru satu tahun. Fokus di Solo dulu. Ya kalau itu angka survei gubernur dan lainnya monggo, tapi saya tetap akan fokus disini dulu.

Selama satu tahun jadi Walikota Solo, apa enak dan nggak enaknya?

Nggak enaknya nggak ada. Ya disyukuri saja apapun pekerjaannya. Enaknya ya disyukuri, sekali lagi enak nggak enaknya disyukuri semua. Kalau kerja cari enaknya doang ya nggak ada.

Berarti enaknya nggak ada, nggak enaknya juga nggak ada?

Ya semuanya dijalani saja, disyukuri.

Apa yang Anda mau sampaikan kepada Tribunners?

Untuk Tribunners, pasca lebaran ini kita masih wait and see semua apakah angka Covid-19 akan naik, apakah semakin menurun. Ya doanya semoga Covid-19 ini segera menghilang dan kita bisa melonggarkan aturan-aturan sehingga pertumbuhan ekonomi cepat melesat. Tapi saya optimis pertumbuhan ekonomi di Kota Solo, angka kemiskinan dan lainnya bisa segera kita atasi. Jadi mohon doa dan dukungannya agar semua bisa berjalan lancar.(Tribunnetwork/Vincentius Jyestha)

Sumber: Tribunnews
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved