Berita Muarojambi

Penampakan Kawanan Buaya Resahkan Warga Kemingking Dalam, Ada yang Panjang dua Meter

Berita Muarojambi-Warga Kemingking Dalam kecamatan Taman Rajo Kabupaten Muaro Jambi beberapa waktu terakhir ini diresahkan dengan munculnya..

Penulis: Muzakkir | Editor: Nani Rachmaini
Istimewa
Buaya diduga di Sungai Kemingking Dalam 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI -- Warga Kemingking Dalam kecamatan Taman Rajo Kabupaten Muaro Jambi beberapa waktu terakhir ini diresahkan dengan munculnya buaya di sungai yang ada di desa mereka.

Kemunculan predator yang mematikan itu sempat diabadikan oleh warga dengan kamera handphone.

Dalam video tersebut nampak seekor buaya yang diperkirakan panjang dua meter itu berjemur di pinggir sungai. 

"Ekornya besar. Jangan diganggu nak, dia bobok nak," kata wanita yang merekam video tersebut.

Menurut warga, buaya yang sering muncul di desa mereka lebih dari satu.

Namun dalam video yang beredar itu merupakan anakannya buaya, sementara induknya juga sering menampakkan diri dan berjemur.

“Bauyo itu muncul pas hari panas, dio berjemur. Yang kami lihat tu kiro-kiro panjangnyo sekitar dua meteran. Induknyo ada jugo,” ujar Azhan salah seorang warga Desa Kemingking Dalam.

Azhan menerangkan, ia telah dua kali melihat penampakan buaya liar tersebut di Sungai Kemingking Dalam.

“Kalau yang muncul pertamo itu induknyo besar, di bawah rerumputan. Kalau yang sekarang ini dio naik ke atas tebing sungai,” terangnya.

Ia mengaku sangat resah dengan kemunculan buaya yang kerap kali berkeliaran di sekitaran sungai Kemingking Dalam tersebut.

Akibat kemunculan buaya ini, masyarakat sekitar pun tak lagi berani beraktivitas di sungai, baik untuk keperluan mencuci, mandi ataupun mencari ikan.

“Sangat resah. Di sini  banyak warga yang  mandi ke sungai, takutnyo itulah jadi mangso buayo. Harapannyo kalau biso buayo itu ditangkap, dipindahkan ke tempat habitat dio,” ungkap Azhan.

Hal senada juga diutarakan oleh warga Desa Kemingking Dalam lainnya, M. Yatim.

Ia menjelaskan, pihak terkait harus segera menangkap dan mengevakuasi buaya yang dikhawatirkan dapat membahayakan warga Desa Kemingking Dalam tersebut.

Menurutnya, Sungai Kemingking Dalam merupakan salah satu sumber kehidupan warga sekitar.

“Sungai ini bisa dikatakan sumber kehidupan warga disini,” ungkap M. Yatim.

Yatim berujar, air Sungai Kemingking Dalam sering meluap hingga ke permukiman penduduk, sehingga ditakutkan keberadaan buaya dapat membahayakan nyawa masyarakat.

“Ya kami tukan dak tau. Kagek buayo tu kami bunuh, kami bekasus, itu yang kami takutkan. Soalnyo buayo ini kan hewan yang dilindungi,” tandas M. Yatim. (*)

Simaklah berita-berita terbaru Tribunjambi.com melalui Google News 

Baca juga: Buaya Pemangsa Sabri Ditangkap, Tubuh Korban Tersangkut di Kayu

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved