Editorial

Menyikapi Teror Ketakutan Hepatitis Akut

Hingga kemarin (9/5) Kementerian Kesehatan merilis ada 15 kasus hepatisis akut misterius ditemukan di Indonesia.

Editor: Deddy Rachmawan
Kompas.com
Mengenal penyakit Hepatitis A 

Belum lagi usai pandemi Covid-19, tiba-tiba saja muncul kasus hepatitis misterius.

Ketakutan muncul akibat hepatitis akut ini. “Teror” demi ‘teror” seakan tak ada habis, datang silih berganti.

Hingga kemarin (9/5) Kementerian Kesehatan merilis ada 15 kasus hepatisis akut misterius ditemukan di Indonesia. Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kasus tersebut ditemukan sejak 27 April 2022.

Penyakit yang kini tengah menjadi perhatian dunia itu masih terus didalami. Badan kesehatan dunia atau WHO bersama sejumlah negara mencoba meneliti penyebab penyakit misterius tersebut.

Munculnya hepatitis akut misterius ini sudah sepatutnya disikapi serius dan secara ilmiah oleh pemerintah. Kita masih ingat bagaimana sikap pemerintah di awal-awal virus corona terdeteksi di Indonesia.

Ada menteri menjadikannya banyolan tak lucu dan sikap tak patut lainnya. Hingga akhirnya kita gagap menghadapi Covid-19. Beruntung saat ini kasusnya melandai seiring penanganan yang serius.

Di Provinsi Jambi, pemangku kebijakan juga tak mau kecolongan.

Seperti Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Varial Adhi Putra, yang mengimbau agar para guru memperhatikan murid-muridnya dari gejala penyakit ini.

Baca juga: Cara Mencegah Hepatitis Akut pada Anak, Tetap Lakukan Protokol Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Fery Kusnadi, mengaku terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan. Sejauh ini hepatitis misterius ini masih belum terdeteksi di Provinsi Jambi.

Maka sudah seharusnya, para orang tua juga peka dan waspada sebab hepatitis akut ini banyak menyerang anak berumur 6 tahun sampai 16 tahun.  

Menjaga pola hidup sehat dan bersih menjadi benteng pertama. Seharusnya, kita bisa.

Baca juga: Sikapi Kasus Hepatitis Akut, Bupati Batanghari Perintahkan Dinkes Lakukan Giat Pencegahan

Terlebih sangat banyak daerah-daerah di negeri ini yang dilabeli sebagai daerah, desa yang sudah menerapkan PHBS alias perilaku hidup berish dan sehat. Semoga itu bukan sekadar slogan. (*)

Baca juga: Isu Hepatitis Akut Misterius Disdik Masih Teruskan Pembelajaran di Sekolah, Dinkes akan Sosialisasi

Baca berita Tribun Jambi di Google News

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved