Berita Bisnis

Ekonomi Provinsi Jambi Triwulan I 2022 Mengalami Pertumbuhan Sebesar 4,64 Persen

Berita Jambi-Ekonomi Provinsi Jambi triwulan I - 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 4,64 persen dibanding triwulan I - 2021 (y-on-y).

Penulis: Ade Setyawati | Editor: Nani Rachmaini
Ade setyawati/tribunjambi
Agus Sudibyo 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ekonomi Provinsi Jambi triwulan I - 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 4,64 persen dibanding triwulan I - 2021 (y-on-y).

Untuk Ekonomi Provinsi Jambi triwulan I - 2022 dibanding triwulan IV-2021 (q-to-q) terkontraksi sebesar 1,88 persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi Agus Sudibyo mengatakan, semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan yang positif dengan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Jasa Perusahaan sebesar 16,13 persen.

"Salah satu pendorong meningkatnya aktivitas pada kategori ini adalah sudah mulai dibukanya penyelenggaraan ibadah umroh sejak 8 Januari 2022 sehingga kegiatan agen perjalan dan umroh mengalami peningkatan yang sangat signifikan," jelasnya.

Agus melanjutkan kategori berikutnya yang juga berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi adalah Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; Pengadaan Listrik dan Gas; dan Transportasi dan Pergudangan dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 13,11 persen; 12,31 persen; dan 10,94 persen. 

Untuk Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memiliki peran dominan hanya mengalami pertumbuhan sebesar 2,88 persen.

Sedangkan untuk Ekonomi Provinsi Jambi triwulan I - 2022 dibanding triwulan IV - 2021 (q-to-q) terkontraksi sebesar 1,88 persen. 

"Hampir semua lapangan usaha mengalami kontraksi ekonomi, kecuali Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; Pengadaan Listrik dan Gas; Informasi dan Komunikasi; Jasa Keuangan dan Asuransi; dan Jasa Perusahaan yang mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 2,13 persen; 3,09 persen; 1,55 persen; 5,65 persen; dan 1,47 Persen," tambahnya

"Lapangan usaha yang mengalami kontraksi paling dalam adalah Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 14,74 persen," lanjutnya.

Penyerapan anggaran baik belanja pegawai maupun belanja modal masih relatif rendah dibandingkan triwulan-IV 2021 menyebabkan Lapangan Usaha ini terkontraksi paling dalam.

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial juga mengalami kontraksi cukup dalam yaitu sebesar 11,22 persen.

Ekonomi Provinsi Jambi triwulan I-2022 dibanding triwulan IV-2021 terkontraksi sebesar 1,88 persen (q-to-q).

"Kontraksi terjadi pada semua Komponen Pengeluaran, dengan kontraksi paling dalam terjadi pada Komponen Konsumsi Pemerintah (PK-P) yaitu sebesar 61,21 persen," jelasnya.

Komponen Ekspor Barang dan Jasa juga terkontraksi cukup dalam sebesar 16,31 persen (terkoreksi Impor Barang dan Jasa yang terkontraksi sebesar 29,71 persen). 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved