Pendapatan Naik 30 Persen, Peringati Hari Kartini, RLU Tingkatkan Peran Kelompok Wanita Tani Hutan

PT Royal Lestari Utama (RLU) perusahaan karet alam berkelanjutan terus memperkuat peran wanita tani di sekitar kawasan hutan. Perusahaan yang beropera

Istimewa
Pendapatan Naik 30 Persen, Peringati Hari Kartini, RLU Tingkatkan Peran Kelompok Wanita Tani Hutan 

TRIBUNJAMBI.COM - PT Royal Lestari Utama (RLU) perusahaan karet alam berkelanjutan terus memperkuat peran wanita tani di sekitar kawasan hutan. Perusahaan yang beroperasi di Jambi dan Kalimantan Timur ini telah berhasil membentuk empat kelompok wanita tani yang melibat lebih dari 68 petani wanita.

Perempuan dan anak-anak merupakan kelompok terdampak atas perubahan iklim karena ketidaksetaraan, kemiskinan, kurangnya kapasitas dan sebagainya sehingga peningkatan kapasitas, memberikan akses terhadap kelompok perempuan untuk pengembangan diri merupakan hal yang sangat penting.

“Oleh karena itu berinvestasi pada kelompok wanita sangat penting dalam memberikan mereka akses yang setara untuk menyampaikan masukan dan ide-ide, pemberian pelatihan, akses yang sama untuk turut berpartisipasi dalam membentuk masyarakat yang tangguh dan inklusif untuk penghidupan yang berkelanjutan. Pembinaan yang dilakukan RLU melalui pola agroforestry berhasil membuat keterampilan, produktivitas tanaman karet dan pengetahuan dalam menunjang kemandirian pangan para wanita tani bertambah. Kaum perempuan terbukti berperan nyata dalam peningkatan pendapatan keluarga kelompok tani kemitraaan kehutanan hingga 30 %,” kata Yasmine Sagita, Direktur Sustainability, Corporate Affairs, dan HR PT Royal Lestari Utama.

Secara kultural kaum perempuan di Jambi khususnya di sekitar kawasan hutan berperan aktif dalam menunjang ekonomi rumah tangga termasuk mengelola lahan pertanian dan kebun. Melalui program Community Partnership Program (CPP), RLU melalui dua anak usahanya yaitu PT Lestari Asri Jaya (LAJ) dan PT Wanamukti Wisesa mendorong perempuan untuk dapat berperan menunjang kehidupan keluarganya dalam mengelola pertanian dan kebun karet.

Melalui empat kelompok tani wanita yang telah terbentuk, RLU melakukan berbagai kegiatan pembinaan mulai dari teknik menyadap/menderes pohon karet, memproduksi pupuk organik, mengembangkan pola agroforestry dengan tanaman usia pendek seperti sayur mayur dan jahe, serta perikanan dan lain lain. Kaum perempuan juga dibina agar lebih aktif dalam proses pemasaran dan mengembangkan produk pertanian.

Para anggota wanita tani juga mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas untuk penguatan kelembagaan kelompok dan tata kelola serta pelatihan kewirausahaan. Selain itu, RLU juga berbagai bantuan sarana pertanian termasuk memberikan bibit jahe merah kepada wanita tani binaan untuk dibudidayakan di sekitar pekarangan rumah maupun areal kebun karetnya.

“Kami menyadari pentingnya keterlibatan perempuan di seluruh aspek bisnis, yang dimaknai dengan memberikan kesempatan kerja, meningkatkan partisipasi perempuan, dan memberdayakan perempuan di tengah masyarakat. Kami juga bekerja sama dengan UN Women dan Tropical Landscape Finance Facility (TLFF) untuk melakukan penelitian tentang perempuan di konsesi PT RLU di Jambi,” terang Yasmine.

Tidak hanya fokus membina kelompok wanita tani, RLU juga memberikan kesempata yang luas kepada tenaga kerja perempuan. Saat ini, RLU memiliki tenaga kerja wanita sebanyak 34

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved