Mutiara Ramadan

Mutiara Ramadan, 10 Hari Terakhir Ramadan Momen Terbaik Untuk Meningkatkan Ibadah

Sebentar lagi kita memasuki paruh yang ketiga, artinya memasuki 10 malam yang terakhir, atau 10 hari bulan suci Ramadan yang terakhir.

Tribunjambi/Danang
Bupati Tanjabbar, Anwar Sadat 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Sebentar lagi kita memasuki paruh yang ketiga, artinya memasuki 10 malam yang terakhir, atau 10 hari bulan suci Ramadan yang terakhir.

Kita tahu bawa pada 10 malam yang terakhir sengaja Allah SWT meletakan sesuatu yang berharga di penghujung itu, agar kita selalu berharap untuk mendapatkan apa yang diletakkan oleh Allah sebagai tujuan didalam kita berupaya semaksimal mungkin untuk menggapai apa yang diinginkan oleh kita semua.

Kaum muslimin muslimat rahimakumullah.

Paruh pertama dari bulan suci ramadahan disebut rahmat, yang kedua Maghfirah dan yang ketiga itqun minannar.

10 yang terakhir ini adalah 10 yang sangat menentukan, tidak hanya Allah memberi kita Rahmat berupa kebaikan-kebaikan, tetapi juga Allah menurunkan ampunan ampunannya kepada kita.

Tidak ada satu kita pun yang tidak diampunkan oleh Allah selagi kita memohon ampunan kepada Allah SWT.

Bahkan yang lebih dari itu, ketika semua ampunan diberikan oleh Allah lalu pada 10 akhir yang terakhir ini ialah bagaimana Allah SWT ingin semua hamba-hambanya ini dilepaskan dari siksaan api neraka.

Kaum muslimin muslimat rahimakumullah.

Meskipun demikian, kebiasaannya 10 yang terakhir ini ujian kita semakin berat, tidak hanya ujian lapar dan dahaga, tapi sudah menjadi ujian yang sifatnya konsumtif karena ada kebutuhan kebutuhan yang mendesak menghadapi lebaran, kebutuhan kebutuhan dasar lainnya ini seperti permintaan anak, permintdan istri, belum lagi kita menyiapkan kue dan sebagainya.

Sehingga pada 10 yang terakhir ini kita semakin disibukkan pada hal-hal lainnya yang sesungguhnya dapat mengurangi ibadah kita kepada Allah SWT.

Kaum muslimin muslimat rahimakumullah. 

Oleh karena itulah kita tetap jaga dan jangan pernah kendor sedikitpun agar di 10 yang terakhir ini kita mampu menjaga ibadah kita, ritme ibadah kita, meskipun di 10 akhir ini kita mulai disibukkan dengan hal-hal lain yang sifatnya juga sangat dianjurkan, meskipun dalam konteks sunat tetapi tidak mengurangi arti penting ibadah kita pada 10 yang terakhir ini.

Kaum muslimin muslimat rahimakumullah.

Sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi sallam dalam sebuah hadis yang menyatakan, ketika memasuki 10 malam yang terakhir rasulullah shallallahu salam mengencangkan ikat pinggangnya, bahkan Rasulullah membangunkan anak dan istrinya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved