Korban Begal Jadi Tersangka, Kapolri Pastikan Polda NTB Akan Berikan Keadilan Dalam Kasus Amaq Sinta

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memastikan Polda Nusa Tenggara Barat akan memberikan keadilan terkait kasus korban begal Amaq Sinta.

istimewa
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memastikan Polda Nusa Tenggara Barat akan memberikan keadilan terkait kasus korban begal Amaq Sinta yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kata Jenderal Listyo Sigit, Polda NTB sudah melaksanakan gelar perkara yang dilakukan dengan proporsional dan profesional.

Mantan Kabareskrim Polri ini menilai, dalam waktu dekat, kepastian hukum terhadap kasus Amaq Sinta akan diumumkan oleh Polda NTB.

"Kapolda NTB telah melaksanakan gelar perkara dan akan segera melakukan press release terkait perkara saudara Amaq Sinta," kata Listyo melalui akun media sosial pribadinya, Sabtu (16/4/2022).

Listyo juga memastikan, dalam penanganan kasus Amaq Shinta, Polri tetap mengedepankan proporsionalitas, legalitas, akuntabilitas, dan nesesitas (keperluan).

Hal itu nantinya akan menjadi dasar dalam memberikan kepastian hukum terhadap kasus pembelaan diri Amaq Sinta dari pelaku begal.

"Sehingga rasa keadilan dan kemanfaatan hukum betul-betul bisa dirasakan oleh masyarakat," kata Listyo.

Baca juga: Korban Begal Jadi Tersangka, Amaq Sinta: Saya Ingin Bebas Supaya Tenang

Awalnya kasus korban begal menjadi tersangka ini ditangani oleh Polres Lombok Tengah, usai menerima laporan keberadaan dua orang yang tergeletak bersimbah darah di Jalan Raya Dusun Babila, Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Minggu (10/4/2022) pukul 01.30 WITA.

Berdasarkan informasi awal tersebut, Polres Lombok Tengah kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan fakta bahwa dua orang tersebut telah tewas.

Kedua korban tewas tersebut laki-laki berinisial OWP (21) dan PE (30).

Di TKP ditemukan barang bukti berupa sebuah pisau dengan panjang 30 sentimeter, dua kaus atau baju milik kedua korban, celana milik korban, dan sebuah sepeda motor milik korban OWP.

Hasil penyelidikan mengungkap, dua orang tewas tersebut diduga pelaku begal yang berniat membegal Amaq Sinta.

Baca juga: Korban Begal di NTB Jadi Tersangka, Kompolnas: Kalau Terbukti Membela Diri, Kasus Patut Dihentikan

Kejadian itu bermula pada Minggu (10/4/2022) dini hari saat Amaq Sinta, berkendara menggunakan sepeda motor berwarna merah.

Saat itu, ia diadang oleh empat orang yang menggunakan dua buah sepeda motor. Dua dari empat orang itu, yakni yang mengunakan sepeda motor warna hitam, mendekati Amaq.

Keduanya memaksa Amaq menyerahkan motor yang digunakannya. Sementara, dua lainnya, yakni berinisial HO dan WA berada di belakang melihat situasi.

Ketika diadang oleh OWP dan PE, Amaq melakukan pembelaan yang mengakibatkan OWP dan PE meninggal dunia di TKP akibat luka tusuk di tubuh keduanya. Sementara HO dan WA melarikan diri.

Baca juga: Polisi Bebaskan Korban Begal di Lombok Tengah yang Jadi Tersangka Pembunuhan

Sementara, Amaq Sinta hanya mengalami luka memar di tangan sebelah kanan yang diduga diakibatkan oleh peristiwa pemaksaan untuk menyerahkan kendaraan.

Berita ini telah tayang di Kompas.tv

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved