Femalenial

FEMALENIAL Menjadi Wanita Mandiri di Usia Muda

Vika Santika yang sukses berbisnis di bidang kecantikan. Wanita kelahiran 1998 mengatakan untuk menjadi wanita mandiri tidak lah harus menjadi pekerja

Istimewa
Vika Santika 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Di jaman modern saat ini peran wanita tidak hanya sebagai ibu rumah tangga saja, tapi juga sudah banyak menduduki berbagai peran penting di kehidupan sosial.

Menjadi wanita Moderan yang mampu memiliki penghasilan sendiri bukanlah hal yang tabuh saat ini, justru mendapat apresiasi yang baik di masyarakat.

Di kalangan milenial disebut dengan istilah independent women. Dimana menjadi wanita mandiri memiliki banyak keuntungan dari pada harus bergantung kepada orang lain.

Satu di antara Independen Women Jambi adalah Vika Santika yang sukses berbisnis di bidang kecantikan.

Wanita kelahiran 1998 mengatakan untuk menjadi wanita mandiri tidaklah harus menjadi pekerja kantoran, namun juga bisa dengan membuka bisnis.

Dengan memiliki bisnis di bidang kecantikan ini Vika justru mampu melahirkan beberpa wanita mandiri yang bekerja dengannya.

Bahkan menurut Vika seorang wanita bisa mengurus hidupnya sendiri sudah bisa dikatakan mandiri.

"Apa lagi sekarang kita berada di era modern, selama ada kemauan tentu ada jalan, yang penting lakukan apa yang di suka secara konsisten," ujarnya

"Menjadi perempuan mandiri sangat penting di era modern, bisa menjadi mandiri dengan hal yang saya sukai merupakan nilai plus," Tambahnya.

Selain memudahkan diri sendiri, menjadi independent woman juga akan membuat wanita lebih di hargai, wanita yang mandiri akan lebih bisa mengambil sikap dalam berbagai hal.

Selain itu, wanita mandiri memiliki pandangan yang luas, tegas dan memiliki pendirian membuat wanita mandiri lebih memiliki sikap atas hidupnya.

"Zaman sekarang tidak sedikit kita mendengar kasus pelecehan, dan bahkan di tempat umum, dan wanita mandiri biasanya lebih memiliki keberanian dan bisa mengambil sikap," tambahnya.

Menjalankan sesuatu dengan konsisten tentu saja tidak mudah, banyak tantangan nya mulai dari bosan dengan kegiatan yang begitu-begitu saja, belum lagi menghadapi permasalahan yang akan terus dan selalu ada datang silih berganti.

Tidak sedikit keringat dan air mata yang jatuh dan ia tidak menyerah dengan hal tersebut, dan masih berdiri hingga hari ini merupakan perjalanan yang panjang.

"Saya terus konsisten dengan apa yang saya kerjakan, gagal mulai lagi, gagal cari strategi lain, tidak luput dari air mata dan akhirnya saya memiliki salon sendiri," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved