Perang Rusia Ukraina

Niat Balas Dendam, Sanksi Rusia Justru Jadi Guyonan Anggota Konggres AS

Rusia mengambil langkah keras kepada Amerika Serikat (AS), dengan memberikan sanksi kepada 398 anggota kongres, Rabu (13/4/2022).

Sumber: Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP
Presiden Rusia Vladimir Putin. 

 

TRIBUNJAMBI.COM, MOSKOW- Rusia mengambil sanksi balasan kepada Amerika Serikat (AS), dengan memberikan sanksi kepada 398 anggota kongres, Rabu (13/4/2022).

Aksi ini dilakukan sebagai balasan pada AS, yang sebelumnya telah menjatuhkan sanksi kepada sejumlah tokoh Rusia karena serangan ke Ukraina.

Namun, sanksi tersebut justru ditanggapi dengan guyonan oleh anggota kongres AS.

Sebelumnya, pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah memberikan sanksi kepada 328 anggota Duma atau kongres Rusia.

Diketahui 398 anggota kongres AS yang disanksi adalah anggota DPR AS secara khusus, termasuk pimpinan majelis rendah dan ketua komite.

Sanksi tersebut diunggah oleh laman Kementerian Luar Negeri Rusia bersama dengan daftar 398 anggota kongres.

“Bersama dengan legislator Amerika yang sebelumnya dilarang masuk Rusia, semua anggota kongres AS masuk dalam daftar atas dasar timbal balik,” bunyi pernyataan tersebut seperti diungkapkan TASS, dikutip dari Daily Mail.

Anggota kongres AS perwakilan Pennsylvania dari Demokrat, Brendan Boyle justru menanggapi sanksi itu dengan guyonan. Ia mencandai anggota kongres yang namanya ada dalam daftar tersebut.

“Yah, hilang sudah rencana liburan musim semi saya,” cuitnya di Twitter.

Baca juga: 1.000 Pasukan Ukraina di Mariupol Menyerah, Dikepung Rusia hingga Kehabisan Makanan dan Amunisi

Sedangkan anggota Republikan perwakilan Colorado, Doug Lamborn mengatakan, ”Oh tidak! Lol.”

Sementara itu, perwakilan Republik dari Utah, John Curtis menegaskan, sebuah kehormatan bisa berada dalam daftar tersebut.

AS sendiri sudah memberikan sejumlah sanksi kepada pemimpin Rusia serta anggota kongresnya karena invasi Rusia ke Ukraina.

Departemen Keuangan AS telah melakukan pembatasan ekonomi terhadap Duma. Pembatasan itu dikenakan pada awal kedatangan Biden ke Eropa saat bertemu sekutunya terkait situasi di Ukraina Maret lalu.

Baca juga: Amerika Mulai Frustasi, Kini Minta China Rayu Rusia

Berita ini telah tayang di Kompas.tv

Baca berita terbaru Tribunjambi.com di Google News

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved